Polda Jatim Ambil Alih Kasus Atap Ambruk SD Gentong Pasuruan

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 16:36 WIB
Polda Jatim Ambil Alih Kasus Atap Ambruk SD Gentong Pasuruan Bangunan sekolah yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur, 5 November 2019. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengambil alih proses identifikasi insiden ambruknya bangunan SDN Gentong, Gadingrejo, Pasuruan yang mengakibatkan dua orang tewas, dan belasan luka-luka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan dugaan sementara atap bangunan itu dibangun tak sesuai prosedur. Pasalnya, kata dia bangunan SD itu baru sekitar dua tahun selesai dibangun.

"Bangunan-bangunan itu dikerjakan tahun 2017 sementara. Tetapi atapnya hanya di lakukan itu hanya atap genteng yang dilapisi atap seng," kata Barung, di Mapolda Jatim, Selasa (15/11).



Sejauh ini, kata Barung, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi pun akan melakukan pendalaman lewat uji yang dilakukan laboratorium forensik.

"Tetapi nanti akan diputuskan setelah hasil yang namanya scientific identification, kita bekerja," ujar Barung.

Barung mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait ambruknya SDN Gentong. Beberapa di antaranya, kontraktor hingga dinas pendidikan terkait.

Nantinya, untuk mendalami kasus ini pemanggilan para saksi itu akan dilakukan Polda Jatim bersama Polresta Pasuruan. Ia memastikan kasus ini mendapat atensi khusus, karena jatuh korban jiwa.

"Beberapa penanggung jawab [diperiksa], bukan hanya bertanggung jawab terhadap pemborong itu saja, atau kontraktor, tetapi juga yang merencanakannya di bagian administrasinya arahnya ke sana," kata dia.


[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Barung mengatakan atap bangunan SD tersebut ambruk sekitar pukul 08.15 WIB, Selasa (15/11) pagi.

"Ada 4 kelas yang atapnya ambruk yaitu kelas II A, II B, V B, dan V A. Pada saat kejadian sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar," kata dia.

"Pada kelas II A dan IIB sedang berada di kelas, VA dan VB sedang kegiatan di luar kelas, namun ada siswa yang sakit tidak ikut olahraga dan seorang guru di kelas VA," tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Kepala Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo yang diterima CNNIndonesia.com, dua orang yang tewas akibat atas SD Gentong Pasuruan itu ambruk adalah seorang guru atas nama Sevina Arsy Wijaya (19) dan siswa kelas 2 Irza Amira (8). Ada dua siswa mengalami luka berat, dan 10 siswa luka ringan.

(frd)