Polda Jatim Siap Kawal Aksi #SurabayaMenggugat

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 11:24 WIB
Polda Jatim Siap Kawal Aksi #SurabayaMenggugat Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan memeriksa pasukan Asmaul Husna jelang aksi #SurabayaMenggugat, hari ini. (CNN Indonesiaa/ Farid Miftah Rahman)
Surabaya, CNN Indonesia -- Jelang aksi #SurabayaMenggugat yang digelar oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil, di DPRD Jawa Timur, Polda Jawa Timur mengaku tak menggunakan senjata berpeluru karet, tajam, ataupun hampa.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya hanya menyiapkan senjata laras licin dan senjata gas air mata.

"Tidak ada, tidak ada, sudah diperiksa. Tidak ada peluru karet, tidak ada peluru hampa," kata Luki, saat meninjau kesiapan pengamanan di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (26/9).


Bahkan, Luki menambahkan, senjata laras licin dan gas air mata tersebut baru akan digunakan jika situasi tertentu dan atas perintah.

"Ada adalah laras licin, itu pun nanti atas perintah, saya harap ini tidak seperti yang dibayangkan mahasiswa dan masyarakat. Kalau (gas air mata) itu ada, tapi atas perintah nanti semuanya," katanya.

Lebih lanjut, kata Luki dalam aksi kali ini pihaknya menyiagakan 2.700 personel yang terdiri dari TNI dan Polri, termasuk Polwan.

Jumlah ini bertambah dari pernyataannya Wakapolrestabes Surabaya Leonardus Simarmata yang mengatakan dalam aksi ini hanya menerjunkan 2.000 personel.

"Totalnya yang ada di sini 2.700 orang. 2.700 orang TNI-Polri, dan insya Allah kami akan dari awal sampai akhir akan mengawal mereka dan akan menerima aspirasi mereka," kata dia.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi nampak pula ratusan personel polwan berkerudung putih. Luki mengatakan pasukan tersebut adalah pasukan Asmaul Husna yang bertugas menjaga situasi tetap kondusif.

"Asmaul Husna ini akan mendinginkan suasana itu ada ada yang kami bentuk sendiri," kata dia.

Pasukan Asmaul Husna ini, kata Luki, berjumlah 300 personel atau dua kompi. Mereka juga dibantu oleh personel TNI yang juga mengenakan sorban.

Saat ini, ratusan mahasiswa berangsur berdatangan memadati DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya.

(frd/arh)