Sebelumnya, Azis menyinggung soal laknat Tuhan bagi kader yang mengingkari kesepakatan. Hal ini ia katakan saat ditanya soal kemungkinan Bambang Soesatyo alias Bamsoet tetap maju di Munas Partai Golkar sebagai calon Ketua Umum dan bersaing dengan Airlangga Hartarto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pendukung, terutama orang-orang seperti Azis, harus tetap menjaga kesejukan yang telah disepakati oleh keduanya. Agar tidak memancing reaksi-reaksi dari bawah," kata dia.
Selain itu, Sirajuddin menjelaskan bahwa Bamsoet tak pernah menyatakan mundur dari pencalonan Ketum Golkar periode 2019-2024. Terlebih lagi, kata dia, Bamsoet lebih dulu mendeklarasikan diri untuk menjadi calon ketua umum Golkar ketimbang Airlangga.
"Dan secara jelas Bamsoet pernah mengatakan 'mendukung Airlangga maju pada Munas bulan Desember', bukan menyatakan mundur dari pencalonan," kata dia.
Tak hanya itu, Sirajuddin mengatakan tuntutan Bamsoet untuk maju tak serta merta keinginan sendiri. Bamoset, kata dia, maju karena desakan dari banyak kader Golkar di akar rumput yang menuntut perubahan di internal Golkar.
Sebelumnya, Azis Syamsuddin menyebut tak ada larangan bagi kader tertentu untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum di Munas Partai Golkar. Namun, ia mengingatkan soal laknat Tuhan terhadap yang ingkar janji terhadap komitmen.
"Yang tahu antara Pak Airlangga, Pak Bamsoet sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari, Allah yang melaknatnya," kata Aziz kemarin.
(rzr/arh)