Bamsoet Mungkin 'Nyalon', Azis Ingatkan Laknat Ingkari Janji

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 21:48 WIB
Bamsoet Mungkin 'Nyalon', Azis Ingatkan Laknat Ingkari Janji Kader Partai Golkar Azis Syamsuddin menyebut tak ada larangan bagi kader untuk maju sebagai ketum di munas. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Azis Syamsuddin menyebut tak ada larangan bagi kader tertentu untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Namun, ia mengingatkan soal laknat Tuhan terhadap yang ingkar janji.

"Tidak ada yang bisa melarang orang untuk maju [sebagai Ketum]," kata Azis di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Elvis Junaedi mengatakan kader beringin Bambang Soesatyo alias Bamsoet tidak mungkin mundur dari bursa calon Ketum Partai Golkar. Sementara, sebagian pihak menilai Bamsoet dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah punya kesepakatan terkait kursi Ketum saat proses pencalonan Ketua MPR.


Azis mengaku tak mengetahui secara pasti soal kesepakatan politik antara Airlangga dan Bamsoet itu. Ia hanya mengatakan bahwa orang yang mengingkari janji akan mendapatkan balasan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Nah itu, yang tahu [kesepakatannya] antara Pak Airlangga, Pak Bamsoet, sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari [kesepakatan] biar Allah yang melaknatnya," kata Azis.

Bambang Soesatyo dan Airlangga disebut menyepakati beberapa hal saat membahas kursi Ketua MPR.Bambang Soesatyo dan Airlangga disebut menyepakati beberapa hal saat membahas kursi Ketua MPR. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa Bamsoet memiliki komitmen untuk mendukung dan mengusung Airlangga Hartarto untuk terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

"Saya kira dua kali beliau menyatakan ke publik bahwa beliau akan mendukung Pak Airlangga untuk maju kembali sebagai calon ketua umum pada munas Desember 2019," kata Ace di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).

Tak hanya itu, Ace mengatakan bahwa Bamsoet pernah berkomitmen bahwa tak ada persaingan lagi dengan Airlangga untuk memperebutkan posisi Ketum Golkar.

"Jadi saya kira dua pernyataan yang publik juga sudah mengetahui pernyataan tersebut, mudah-mudahan tidak diingkari ya komitmennya tersebut," kata dia.

Lebih lanjut, Ace memandang pihaknya belum mendengar secara langsung pernyataan resmi Bamsoet untuk maju sebagai Caketum Golkar.

"Jadi yang menyatakan [Bamsoet] maju itu kan baru pandangan dari pendukungnya," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, Ace mengatakan pihak Airlangga tetap akan menghadapi Bamsoet secara sportif dan demokratis dalam Munas bila Ketua MPR itu memang resmi maju sebagai calon ketua umum.

"Nanti biarkan masyarakat yang akan menilai. Kader-kader Partai Golkar di daerah juga akan menilai. Seorang pemimpin itu kan diukur mulai dari sejauh mana dia memegang teguh komitmen yang telah disepakati," kata Ace.

Sementara itu, Bamsoet mengklaim tak memiliki perjanjian atau komitmen apapun dengan Airlangga terkait pencalonan dirinya sebagai Ketua MPR beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan posisi Ketua MPR sebatas panggilan tugas dari Partai Golkar.

"Emang pacaran pakai pengkhianatan? ini kan saya tidak sedang bercinta, tapi sedang berpolitik. Masa ada pengkhianatan-pengkhianatan?" kata dia, saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).

Bamsoet mengaku akan mempertimbangkan soal pencalonan Ketua Umum Partai Golkar apabila jadwal Munas sudah jelas.

Kader Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. Kader Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengklaim Bamsoet sepakat tak ada persaingan di munas jika dicalonkan jadi Ketua MPR. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya akan bersikap, saya akan mempertimbangkan dan akan menjawab kalau sudah ada kepastian munasnya kapan, plenonya kapan," kata dia.

Selain itu, Bamsoet mengaku sudah melakukan deklarasi untuk maju sebagai kandidat Ketum Golkar beberapa waktu lalu. Akan tetapi, ia mengatakan dirinya sengaja mengendorkan tensi beberapa waktu lalu sampai pelantikan presiden selesai.

"Pertanyaan kan nanti apakah akan maju atau tidak, ya jadwal Munasnya belum, gimana?" cetus dia.

(rzr/arh)