Ada Demiz di Gelora, Andi Arief Sindir Gelanggang Orang Rapuh

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 09:44 WIB
Ada Demiz di Gelora, Andi Arief Sindir Gelanggang Orang Rapuh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengomentari rencana pembentukan Partai Gelombang Karya (Gelora), partai politik baru yang dibidani mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Menurutnya, bila diisi oleh sosok-sosok yang pernah bermukim di partai politik lain maka Gelora bisa menjadi akronim dari gelanggang orang rapuh.

"Kalau menggoda dan mengumpulkan milik orang lain artinya memang itu Gelanggang Orang Rapuh (Gelora)," cuit Andi lewat akun Twitter-nya, @AndiArief_ pada Kamis (7/11).


Pernyataan ini menanggapi cuitan kader Demokrat, Deddy Mizwar di akun twitter pribadinya. Deddy ikut menyebarkan (retweet) foto para penggagas Partai Gelora.

Foto yang pertama kali diunggah oleh Fahri Hamzah itu menampilkan sejumlah tokoh Gelora mulai dari Fahri, Anis Matta, hingga Mahfudz Sidik. Ketiganya adalah eks kader PKS.


Deddy menulis di atas tautannya 'Gelora... Perjalanan baru... visi baru... arah baru...".

Foto dan cuitan Deddy tersebut seolah mengisyaratkan perjalanan baru Deddy bersama Partai Gelora

Andi pun mengingatkan Gelora bahwa partai yang menggoda dan menampung kader Demokrat biasanya memiliki nasib yang berakhir buruk. Menurut Andi, sosok-sosok yang keluar dari Demokrat biasanya memiliki masalah, seperti Gede Pasek Suardika yang bergabung ke Hanura.

Andi pun menyarankan agar Gelora meniru langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendidik orang-orang baru untuk terjun ke dunia politik.

"Tirulah PSI, mereka mengajak orang baru, mendidiknya, sampai mengerti politik. Bukan mengggelorakan jalan mudah, murah, dan gak mau lelah dengan pembajakan," katanya.


Andi menambahkan bahwa tidak mungkin ada arah baru jika partai diisi oleh orang lama tanpa loyalitas. 

"Saya tidak memerangi Partai Gelora, cuma mau menantang cara berpikir merekrut dan membajak kader. Mana mungkin ada arah baru dengan orang lama yang tanpa loyalitas seperti Dedi Mizwar. Agar, Gelora tidak jatuh di garis start," ungkapnya.

Deddy Mizwar sendiri sudah tercatat sebagai kader Demokrat sejak 2017. Saat ini status keanggotaannya di partai belum diketahui.

[Gambas:Video CNN]
Sebelum menjadi kader demokrat, Deddy tanpa partai. Pada Pilkada Jabar 2013, Deddy yang nonparpol itu mendampingi Ahmad Heryawan yang merupakan kader PKS. Kedua tokoh itu pun berhasil menjadi pasangan kepala daerah Jabar periode 2013-2018 di mana Deddy menjadi wakil gubernur. (mts/wis)