Demokrat: Meski Pernah Diajak, Kami Hormati Kabinet Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 06:51 WIB
Tak diketahui pasti kapan Jokowi mengajak Demokrat bergabung dalam koalisi, namun SBY dan AHY memang pernah bertemu Jokowi di Istana Negara usai Pilpres 2019. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya menghormati susunan kabinet yang baru meski pernah diajak Jokowi untuk berkoalisi(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya sempat diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi bagian dari koalisi pemerintahan setelah Pemilu 2019 usai. Namun, ternyata tidak ada kader Demokrat yang dipilih Jokowi menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Mengenai hal itu, Hinca mengatakan partainya menghormati keputusan Jokowi. Hinca yakin ada niat dan tujuan baik dibalik keputusan Mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Terlepas dari komunikasi dan ajakan Presiden Jokowi kepada Partai Demokrat Pascapemilu 2019 yang lalu, Partai Demokrat meyakini bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menyertakan Partai Demokrat memiliki niat dan tujuan yang baik," tutur Hinca melalui siaran pers, Rabu (23/10).


Tidak diketahui pasti kapan Jokowi mengajak Demokrat untuk bergabung dalan koalisi pemerintahan. Meski begitu, petinggi Demokrat memang telah beberapa kali bertemu Jokowi usai Pemilu 2019.

Misalnya Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertemu Jokowi di Istana Negara pada 10 Oktober lalu. Kemudian, tak lama setelah Pilpres 2019 usai, Agus Harimurti Yudhoyono juga bertemu Jokowi di Istana Negara pada 22 Mei lalu.
Hinca mengamini bahwa penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Jokowi selaku seorang presiden. Karenanya, dia yakin Jokowi tidak dipengaruhi pihak mana pun dalam menentukan menteri.

Termasuk ketika tidak ada perwakilan Demokrat yang ditunjuk menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Hinca, atas nama Partai Demokrat, mengucapkan selamat kepada Jokowi dan Ma'ruf Amin. Ucapan selamat juga ditujukan kepada para tokoh yang dipercaya menjadi menteri untuk lima tahun ke depan.

"Partai Demokrat mendoakan agar kabinet Presiden Jokowi sukses dalam mengemban tugas-tugasnya sesuai dengan harapan rakyat dan janji-janji kampanye yang disampaikan dalam Pemilu 2019 yang lalu," tuturnya.

Ihwal posisi Demokrat ke depan, Hinca belum mau bicara secara tegas. Dia mengatakan partainya belum menentukan arah politik usai tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintahan.

Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lanjutnya, yang akan menyampaikan sikap politik Demokrat selanjutnya. Hinca menyebut Demokrat tetap ingin berperan agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sukses mengemban amanah dari rakyat.
[Gambas:Video CNN]
"Agar rakyat kita, para pemegang kedaulatan yang sejati itu, memiliki masa depan yang lebih baik, serta mendapatkan kesejahteraan, keadilan, kedamaian dan kebebasan hakiki yang dijamin oleh konstitusi kita.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah melantik menteri-menteri yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Kabinet yang mereka bentuk bernama Kabinet Indonesia Maju.

Ada satu partai rival Jokowi-Ma'ruf yang bergabung dalam koalisi pemerintahan, yakni Gerindra. Ketua Umum Prabowo Subianto dan wakil Ketua Umum Edhy Prabowo ditunjuk menjadi menteri, masing-masing sebagai menteri pertahanan serta menteri kelautan dan perikanan.

Gerindra adalah satu-satunya partai lawan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 yang masuk dalam koalisi pemerintahan. Sementara 3 partai lainnya, yakni Demokrat, PKS, dan PAN, tidak mendapat kursi menteri.

Pada Pilpres 2019 lalu, Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS berkoalisi mengusung paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melawan Jokowi-Ma'ruf Amin.
(bmw/ain)