"Semalam saya agak kecewa ada yang bilang statement kita ini birokrat ini selalu kasih bahan pembahasan itu last minute terus ya. Siapa yang kasih last minute? Orang barang itu kita sudah kasih dari tanggal 5 [Juli]," cetusnya, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah surati, jadi kita sudah dua kali bersurat. Masa itu [dianggap kirim] last minute bagaimana, mana yang last minute? Salah gitu," lanjut dia.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani menuding Pemprov DKI baru mengirim naskah anggaran H-1 menit pembahasan. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Ia juga mengaku sudah mengklarifikasi terkait naskah anggaran yang belum diterima melalui Sekretaris Dewan (Sekwan) Yuliadi. Menurutnya, naskah anggaran tersebut sudah sampai di meja Ketua DPRD DKI Jakarta.
"Pak Sekwan itu yang kita kirim apa sudah diterima pimpinan? Dijawab di WA-nya sama saya 'sudah Pak, sudah saya berikan ke pimpinan dalam bentuk softcopy hardcopy semua di ruang ketua'. Semuanya ada satu boks disimpan sudah kita berikan," ujar Saefullah.
"Tapi yang kita kirim secara resmi dokumen kita ya hanya satu, enggak ada dokumen lain," jelas dia,
Karena itu, Saefullah juga menampik tudingan DPRD DKI yang menyebut pihaknya tidak transparan.
[Gambas:Video CNN]
"Saya ini mengikuti zaman pemerintahan yang dulu, dan yang sekarang saya mengikuti, jadi dituduh kalau kita sebagai tidak transparan, itu salah besar. Karena yang kita lakukan sekarang ini persis sama dan sebangun dengan apa yang kita lakukan dahulu," tutup dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN Zita Anjani mengkritik anggaran yang baru diberikan pada saat hari-H.
"Masa mengevaluasi anggaran milliaran bahannya baru dikasih saat Rapat H-1 menit. Kalau bukan keterlaluan apa namanya?" protes Zita.
"Jadi lem aibon is the tip of the ice berg; baru puncaknya aja dari gunung es permasalahan transparansi dan akuntabilitas di anggaran DKI," lanjut dia. (ctr/arh)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani menuding Pemprov DKI baru mengirim naskah anggaran H-1 menit pembahasan. (