Diketahui, kader Golkar yang mendapat posisi bidang perekonomian di kabinet Jokowi adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menjabat Menteri Perindustrian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia, proyeksi Bank Dunia terhadap keadaan perekonomian dunia pun menjadi salah satu pertimbangan keseriusan Airlangga dalam fokus membantu Presiden.
Dua kader Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto dan timses masing-masing saling sindir terkait bursa Ketua Umum Beringin. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Dia harus fokus, harus memberikan segala-gala yang dimiliki untuk setiap hari, setiap saat memikirkan bagaimana kita selamat dari krisis ekonomi," tambahnya.
Supit pun meminta agar tidak ada intervensi dalam proses pemilihan internal dalam partai berlambangkan pohon beringin itu. "Jangan ada intervensi. Kami tahu persis siapa yang pantas memimpin Golkar," ujar Supit.
Bamsoet sendiri mengaku baru akan memutuskan soal itu setelah ada kepastian jadwal Munas. Golkar rencananya juga akan menyelenggarakan Munas Desember 2019.
Di pihak lain, Airlangga mengaku menanti komitmen Bamsoet soal pemilihan itu. Namun, ia tak merinci soal komitmen tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden RI Jokowi dalam perayaan HUT Golkar ke-55 memberi isyarat dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk ikut dalam bursa Calon Ketua Umum Partai Golkar.
Dalam gelaran itu, Airlangga menyebut tantangan kepastian perekonomian global membutuhkan soliditas politik dalam negeri.
"Dengan tantangan perekonomian, kondisi yang tidak pasti di global itu membutuhkan kekuatan dukungan politik di dalam negeri," kata Airlangga Hartarto usai peringatan HUT Ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11) malam. (mjo/arh)
Dua kader Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto dan timses masing-masing saling sindir terkait bursa Ketua Umum Beringin. (