Timses Bamsoet Sindir Airlangga Soal Fokus Urus Ekonomi

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 23:53 WIB
Timses Bamsoet Sindir Airlangga Soal Fokus Urus Ekonomi Kader Golkar Ahmadi Noor Supit (kiri) meminta menteri kader beringin fokus kepada tugasnya. (Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kader Partai Golkar Ahmadi Noor Supit meminta kader beringin yang dipercaya mengurus bidang ekonomi untuk fokus dalam tugasnya dan tak mengintervensi Musyawarah Nasional (Munas) partainya.

Diketahui, kader Golkar yang mendapat posisi bidang perekonomian di kabinet Jokowi adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menjabat Menteri Perindustrian.

"Kami menganggap bahwa kalau memang kader Golkar itu dipercaya untuk menangani masalah ekonomi, harus mengembalikan posisi posisi ekonomi menjadi bagus," kata Supit, yang juga Ketua Tim Sukses Bambang Soesatyo, saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/11).


Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang hanya 5,3 persen menyiratkan tugas berat Menko Perekonomian tersebut.

Selain itu, kata dia, proyeksi Bank Dunia terhadap keadaan perekonomian dunia pun menjadi salah satu pertimbangan keseriusan Airlangga dalam fokus membantu Presiden.

Dua kader Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto saling sindir terkait bursa Ketua Umum Beringin.Dua kader Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto dan timses masing-masing saling sindir terkait bursa Ketua Umum Beringin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Maka kami menganggap sebaiknya, kader itu memberikan waktu sepenuhnya full time," imbuh dia, yang merupakan mantan Ketua Komisi XI DPR.

"Dia harus fokus, harus memberikan segala-gala yang dimiliki untuk setiap hari, setiap saat memikirkan bagaimana kita selamat dari krisis ekonomi," tambahnya.

Supit pun meminta agar tidak ada intervensi dalam proses pemilihan internal dalam partai berlambangkan pohon beringin itu. "Jangan ada intervensi. Kami tahu persis siapa yang pantas memimpin Golkar," ujar Supit.

Diketahui, sejauh ini ada dua kandidat kuat Ketua Umum Partai Golkar. Yakni, Airlangga dan Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bamsoet.

Bamsoet sendiri mengaku baru akan memutuskan soal itu setelah ada kepastian jadwal Munas. Golkar rencananya juga akan menyelenggarakan Munas Desember 2019.

Di pihak lain, Airlangga mengaku menanti komitmen Bamsoet soal pemilihan itu. Namun, ia tak merinci soal komitmen tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden RI Jokowi dalam perayaan HUT Golkar ke-55 memberi isyarat dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk ikut dalam bursa Calon Ketua Umum Partai Golkar.

Dalam gelaran itu, Airlangga menyebut tantangan kepastian perekonomian global membutuhkan soliditas politik dalam negeri.

"Dengan tantangan perekonomian, kondisi yang tidak pasti di global itu membutuhkan kekuatan dukungan politik di dalam negeri," kata Airlangga Hartarto usai peringatan HUT Ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11) malam. (mjo/arh)