Ma'ruf Amin Kenang Sang Ayah Pengajar Tekun Pencetak Kyai

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 00:39 WIB
Ma'ruf Amin Kenang Sang Ayah Pengajar Tekun Pencetak Kyai Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali mengenang mendiang Kyai Haji Muhammad Amin atau Abuya Amin, sang ayah yang telah pulang ke rahmatullah 26 tahun lalu. Ia mengingatnya sebagai sosok ulama sekaligus pengajar yang tekun.

Tak ayal, Ma'ruf mengklaim banyak murid dari ayahnya yang berhasil menjadi kyai di berbagai wilayah di Indonesia. Ia berharap apa yang diajarkan sang ayah bisa diturunkan hingga ke generasi saat ini.

"Kepada murid-murid ayah saya jangan pernah berhenti mengajarkan ilmunya kepada murid-murid lagi supaya ada ulama yang meneruskan," ungkap Ma'ruf di Tangerang saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Haul ke-26 sang ayah, Sabtu (9/11).

Ma'ruf bercerita bahwa sistem belajar yang dilakukan sang ayah terbilang biasa saja. Bahkan, sama seperti apa yang dilakukan kyai lain kepada muridnya.

"Ini namanya ilmu barokah. Ada yang mengajar dengan cara biasa tapi ada lagi dengan cara tidak biasa tapi hasilnya luar biasa," kata Ma'ruf.

Namun, sebagai anak, Ma'ruf merasa tak banyak mendapatkan ilmu dari sang ayah. Ia justru diminta untuk belajar di sejumlah pondok pesantren lain agar mendapatkan ilmu dari banyak kyai.

"Saya disuruh belajar di mana-mana, tapi Alhamdulillah dapat berkat dan doanya dari beliau (sang ayah) meskipun yang diajarkan sedikit tapi manfaatnya banyak," kata dia.

Lebih jauh lagi, orang nomor dua di Indonesia ini juga mengenang kalau sang ayah tak pernah sekalipun menuntutnya menjadi penguasa, termasuk menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) seperti sekarang. Ma'ruf menyatakan ayahnya menginginkan dirinya menjadi sosok yang berguna bagi masyarakat sekitar, bangsa, dan negara.

"Dia tidak meminta saya sebagai wakil presiden, dia mengajar agar muridnya paham agama dan melanjutkan perjuangan para ulama untuk menghilangkan jahiliah di muka bumi," jelas Ma'ruf.

Dulunya, ia menambahkan, Allah SWT menurunkan nabi untuk menghilangkan jahiliah di dunia. Hanya saja, jumlah nabi tak pernah bertambah setelah Nabi Muhammad SAW, sehingga tugas itu bisa diteruskan ke kyai atau ulama.

"Siapa yang melanjutkan itu ulama-ulama yang meneruskan perjuangan nabi, rasulullah. Ulama ini penerus nabi," pungkas dia.


(aud/lav)