Khofifah Raih Penghargaan Alumni Berprestasi Unair 2019

Pemprov Jatim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 11:04 WIB
Khofifah Raih Penghargaan Alumni Berprestasi Unair 2019 Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meraih Penghargaan Alumni Berprestasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Tahun 2019. (Dok. Pemprov Jatim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Penghargaan Alumni Berprestasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Tahun 2019. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh rektor Unair dalam Dies Natalies Unair ke-65.

Rektor Unair M. Nasih mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Khofifah karena dianggap sebagai alumnus Unair yang memiliki segudang prestasi di kancah nasional dan internasional, sehingga turut mengharumkan nama kampus dan civitas akademika Unair.

"Prestasi dan reputasi Khofifah sudah diakui secara nasional dan internasional. Bahkan media massa asal Amerika Serikat Bloomberg menyebut Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Pemerintahan Jokowi-JK saat menjadi Menteri Sosial," ujar Nasih melalui keterangannya, Surabaya, Senin (11/11).

Nasih melanjutkan, Khofifah merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair pada 1990. Semasa di kampus, Khofifah dikenal sebagai mahasiswi yang gemar membaca dan aktif di organisasi intra maupun ekstra kampus.

Di usia yang masih muda, lanjut dia, Khofifah mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPR RI, kemudian menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan RI kelima pada pemerintahan Presiden Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati.

Lalu, pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, Khofifah juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Sosial RI. Sejak Februari 2019 hingga sekarang, Khofifah terpilih sebagai Gubernur Jatim.

"Khofifah pantas menerima penghargaan ini. Sumbangsihnya pada negara sudah tidak diragukan lagi," ujarnya.

Dorong Percepatan Pembangunan dengan Meningkatkan SDM Unggul


Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan acara yang digelar berdekatan dengan peringatan dengan Hari Pahlawan itu harus dijadikan momentum untuk meneruskan perjuangan para pahlawan di era sekarang.

"Bukan berperan untuk memerdekaan, tapi kita berperan untuk mengisi kemerdekaan bangsa untuk menjadikan Indonesia maju dan mandiri, melalui penciptaan sumber daya manusia unggul, sehingga kita bisa berkontribusi untuk meraih cita-cita bangsa," ujar Bambang.

Bambang mengingatkan, meskipun Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, namun Indonesia masih merupakan negara yang berstatus ekonomi dengan tingkatan perkapita yang masih rendah di antara negara lain yang menjadi anggota G20.

Karenanya, Bambang meminta agar seluruh pihak termasuk civitas akademika Unair untuk mendorong percepatan pembangunan dengan meningkatkan SDM yang unggul dan maju.

"Kita harus membangun Indonesia yang aktif, inovatif, dan produktif. Serta terus berinovasi guna mencari cara-cara baru untuk memajukan bangsa, dengan cara mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita punya," ujarnya. (fef)