Ditjen Imigrasi Siap Cek Keaslian Surat Cekal Rizieq Shihab

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 03:45 WIB
Ditjen Imigrasi Siap Cek Keaslian Surat Cekal Rizieq Shihab Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Imigrasi siap untuk memverifikasi surat yang disebut Rizieq Shihab sebagai permintaan penangkalan dirinya oleh pemerintah Indonesia. Petinggi Front Pembela Islam (FPI) ini sebelumnya mengklaim tak bisa kembali ke tanah air karena masih berstatus ditangkal.

Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie mengaku belum melihat langsung surat tersebut. Belum pula berencana berkomunikasi dengan tim dari Rizieq Shihab.

Untuk sementara ini ia hanya beroleh informasi itu dari media sosial.


"Kami sendiri belum tahu apa benar ada surat itu. Karena suratnya samar-samar, tidak jelas," ungkap Ronny dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (12/11).


Namun begitu, langkah pengecekan bukan tak mungkin dilakukan jika hal tersebut jadi bagian dari solusi menyelesaikan persoalan ini. Ronny mengatakan, Imigrasi Indonesia bisa bekerja sama dengan atase keimigrasian Kerajaan Arab Saudi ataupun Kementerian Luar Negeri.

Ronny menuturkan Ditjen Imigrasi bakal segera berkoordinasi dengan Atase Imigrasi di Jeddah. Pasalnya kata dia, informasi yang lebih terang dan sahih bisa didapat pula melalui pihak kedutaan besar.

"Bisa diketahui informasi yang lebih pasti tentang hal-hal yang belum jelas sampai saat ini, termasuk adanya pencegahan dari pemerintah Arab Saudi terhadap beliau," tutur dia.

"Tapi yang jelas kedaulatan negara tidak bisa diganggu negara lain, kalau itu jadi kepentingan yang diputuskan negara Arab Saudi," tukas Ronny.

Tapi jika nantinya ternyata surat itu palsu maka menurut Ronny tindakan tersebut bisa diproses hukum oleh aparat. Kendati lokasi kejadian di Arab Saudi namun jika ditemukan ada aturan Indonesia yang dilanggar, tetap saja bisa ditindak.

"Lokus intinya ada di sana, tapi kalau dia berkaitan dengan aturan kita, ada yang bisa mengatur. Tentu ada aparat penegak hukum yang ditunjuk kalau memang ada pelanggaran," papar Ronny.

Menurut catatan Ditjen Imigrasi, Rizieq Shihab meninggalkan Indonesia sejak 27 April 2019. Paspor petinggi FPI tersebut tercatat diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat pada 25 Februari tahun 2016 dan berlaku hingga 25 Februari 2021 mendatang.

[Gambas:Video CNN]

"Hingga kini masih berlaku. Dokumen perjalanan paspor ini menjadi bagian dari perlindungan pemerintah kepada setiap Warga Negara Indonesia, termasuk Bapak Habib Rizieq," papar Ronny lagi.

Namun soal izin tinggal kata dia, bergantung pada visa dan aturan di masing-masing negara.

"Tergantung pada pemerintah negara-negara tersebut memberikan visa [apakah] boleh masuk, kemudian [apakah] memberikan izin tinggal kepada beliaunya," kata Ronny.

"Apakah ini berkaitan dengan visa yang diberikan dan sebagainya, atau ada persoalan yang lain. Tentu ini menjadi kewenangan dari pemerintah Arab Saudi," tambah dia lagi.

Kendati begitu Ronny mengatakan tak mengetahui perihal dugaan pelanggaran kelebihan izin tinggal Rizieq di Arab Saudi. Ia hanya mengatakan setiap negara memiliki hukum keimigrasian yang berbeda-beda, termasuk di Arab Saudi.


"Ada yang memberlakukan sanksi denda, ada juga yang memberlakukan sanksi hukuman badan, juga pengganti denda," ia menjelaskan. (ika/ayp)