Rizieq Ungkap Bukti Pencekalan, FPI Berembuk Cari Solusi

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 16:52 WIB
Rizieq Ungkap Bukti Pencekalan, FPI Berembuk Cari Solusi Imam Besar FPI mengaku tak bisa pulang karena pemerintah RI telah melayangkan surat pencekalan yang ditujukan ke pemerintah Arab Saudi. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menunjukkan bukti yang dia klaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia yang ditujukan kepada pemerintah Arab Saudi.

Surat pencekalan tersebut ditunjukkan melalui siaran video yang ditayangkan di akun Youtube Font TV dalam sesi Sambutan Rizieq Shihab pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW DPP FPI (8/11).

Surat pencekalan itu ditunjukkan Rizieq untuk mengungkap alasannya tidak bisa pulang ke Indonesia. Dia mengklaim pencekalannya tidak berkaitan dengan kasus pidana apapun.

"Saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan," ujar Rizieq lewat video YouTube Front TV yang diakses CNNIndonesia.com, Minggu (10/11).
Rizieq Ungkap Bukti Pencekalan, FPI Berembuk Cari SolusiFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Rizieq menunjukkan dua lembar salinan lampiran yang dia klaim sebagai surat pencekalan. Menurutnya pemerintah Arab Saudi setiap saat siap mencabut pencekalan jika ada jaminan resmi dari pemerintah Indonesia.


"Jadi kedua surat ini merupakan bukti nyata, ril autentik, kalau saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia," kata Rizieq.

Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengonfirmasi pernyataan Rizieq dalam video tersebut. Pihaknya saat ini tengah berembuk menindaklanjuti nasib imam besar mereka yang terkatung-katung di Saudi demi memuluskan kepulangannya ke Indonesia.

"Sedang kami bahas," ujar Slamet kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Rizieq dalam video tersebut mengharapkan publik tidak mengasumsikan keberadaannya di Saudi karena masih ketakutan untuk pulang. Justru, kata dia, ada orang berkepentingan di balik pencekalan yang resah dengan kepulangannya.

"Bukan saya yang takut untuk pulang, tapi ada pihak yang takut saya pulang, mereka takut kalau saya pulang mereka tidak bisa curang dalam pemilu, mereka tidak bisa melakukan aneka ragam dalam pemilu, mereka takut saya ini jadi ancaman untuk kemenangan mereka," kata dia.
(bmw/gil)