PBNU Soal Ledakan di Medan: Bom Bunuh Diri Bukan Jihad

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 13:22 WIB
PBNU Soal Ledakan di Medan: Bom Bunuh Diri Bukan Jihad Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A Helmy Faishal Zaini merespons ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Helmy menegaskan bahwa dalam Islam bom bunuh diri bukan jihad.

"Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Bom bunuh diri bukan jihad. Bom bunuh diri bukan perintah agama," cetus Helmy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/11).

"Jihad dalam pemaknaan Islam adalah justru segala usaha untuk memuliakan manusia; Orang tua yang bekerja siang malam untuk menafkahi keluarganya adalah bagian dari jihad," ia menambahkan.


Helmy menambahkan pihaknya mendorong aparat penegak hukum agar mengusut tuntas motif dan akar perilaku tindakan bom bunuh diri. NU juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Mendorong aparat untuk mengusut tuntas motif dan akar perilaku tindakan bom bunuh diri," ucap dia.

Sementara itu, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyebut aksi bom bunuh diri ini sebagai tindakan brutal dan tidak beradab.

Ketua Kajian Strategis PP GP Ansor Mohammad Nurzzaman menduga Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jadi dalang di balik insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan ini.

[Gambas:Video CNN]
"Kami menduga aksi terorisme ini dilakukan JAD atau ISIS. Tujuannya balas dendam atas tewasnya pimpinan mereka, khalifah ISIS, yakni Abu Bakar Al Baghdadi," kata Nuruzzaman.

Ia bahkan menduga pelaku masih berkaitan dengan pelaku penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto di Banten bulan lalu.

Dugaan itu didapatinya karena jaringan komunikasi pengikut ISIS yang disebut ISISER sedang terputus, sehingga mereka berkomunikasi lewat media sosial.

Maka itu, GP Ansor mendesak pemerintah menangkal radikalisme terutama di lingkungan aparat sipil negara (ASN) dan BUMN.

Diketahui ledakan bom bunuh diri terjadi di Mako Polrestabes Medan pukul 08.45 WIB tadi. Satu orang dilaporkan tewas yang diduga merupakan pelaku.

Kejadian ini juga mengakibatkan enam orang lainnya mengalami luka, serta merusak empat kendaraan.


(fey/osc)