"Berbicara masalah stabilitas keamanan tentunya kita berbicara soal tren aspek ancaman, ancaman saat ini dengan berkembangnya revolusi industri 4.0 begitu mudah," kata Hadi di Rakornas Indonesia Maju di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11)
Hadi mengatakan sifat ancaman di era 4.0 ada tiga, yaitu eskalatif atau skala meningkat, bercampur dari beberapa ancaman berbeda, dan terjadi dalam tempo singkat.
"Ketiga adalah dalam tempo yang singkat, kita tak membayangkan tiba-tiba terjadi, 'Bang!' bom, di Medan terjadi bom bunuh diri," kata Hadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi berpendapat Indonesia perlu satuan khusus yang responsif terhadap ancaman. TNI sudah memulainya dengan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di tiga wilayah, yaitu Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Papua sebagai awal yang positif.
"Dulu apabila ada krisis atau masalah, yang dilakukan TNI adalah membentuk komando bentukan dan kini sifatnya permanen. Sehingga ancaman di mana saja, Panglima bisa bertindak dalam operasi militer perang dan nonperang," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di lingkungan kantin Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu pagi (13/11). Anggota Kepolisian berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Mereka melihat lokasi ledakan dari kejauhan sambil tetap bersiaga.
(dhf/gil)