Jokowi Minta Jaringan Teror Bom Medan Ditangkap

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 18:14 WIB
Jokowi Minta Jaringan Teror Bom Medan Ditangkap Presiden Jokowi memerintahkan aparat mengusut tuntas hingga mengadili jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tak memberi toleransi terhadap segala bentuk terorisme. Jokowi memerintahkan aparat segera mengusut tuntas hingga mengadili jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/11).


Fadjroel mengatakan Jokowi sudah memerintahkan langsung kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, saat di Sentul.


"Beliau katakan, pelaku atau kelompoknya akan dikejar, ditangkap, dan diadili dengan sistem hukum yang berlaku," kata Fadjroel.

Fadjroel mengatakan Jokowi sangat sedih atas peristiwa bom bunuh diri di Medan. Terlebih terdapat korban luka-luka atas ledakan yang terjadi pagi tadi. Jokowi, kata Fadjroel, memanjatkan doa untuk korban luka agar segera pulih dan bisa menjalankan aktivitas kembali.

"Presiden juga mengungkapkan bahwa akan memerintahkan untuk menangani problem ini secepat-cepatnya," ujarnya.

Jokowi Minta Jaringan Pelaku Bom di Medan DiusutLedakan bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan. (ALBERT DAMANIK/AFP)
Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak takut dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Medan. Menurutnya, Jokowi juga telah memerintahkan Polri untuk mengusut peristiwa ini dengan cepat dan melindungi seluruh masyarakat.

"Presiden katakan, sikap kita adalah Indonesia tidak takut, kita tidak takut," tuturnya.

Dia menyebut masyarakat juga perlu berperan aktif untuk mencegah tindakan terorisme terjadi lagi. Menurutnya, peran aktif masyarakat dan juga pemerintah bisa mengubah sikap seseorang yang sudah terpapar untuk melakukan aksi terorisme.

"Dengan pendidikan masyarakat, maka kita juga bisa membunuh terorisme. Jadi, pemerintah, masyarakat, dan media harus bersikap aktif," katanya.


Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran jaringan teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Pihaknya belum bisa mendeteksi jaringan teroris tersebut.

"Kemungkinan mereka dari jaringan yang lain atau mungkin satu jaringan yang belajar dari media sosial. Nah, ini sekarang kita lagi lakukan upaya pengembangan terhadap kasus itu," kata Agus di Gedung SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini pihaknya juga masih melakukan sejumlah pengembangan dari berbagai temuan di TKP. Dia juga menyebut pengembangan kasus juga bisa dilakukan dari catatan dan keluarga pelaku bom bunuh diri.

"Kemudian bersama sama dengan Densus 88 untuk melakukan upaya stabilitas wilayah keamanan Sumatera Utara karena mereka berada di lingkungan kita dimanapun juga tinggal di wilayah Sumut dan wilayah Indonesia," katanya.

Bom bunuh diri terjadi pada pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11) di Medan. Pelaku diduga adalah seorang yang mengenakan atribut ojek online.


[Gambas:Video CNN] (fra)