Salim Segaf: Ada Masalah Selesaikan, Bukan Bikin Partai Baru

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 04:50 WIB
Salim Segaf: Ada Masalah Selesaikan, Bukan Bikin Partai Baru etua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri menyinggung mantan kader partainya yang menyelesaikan masalah dengan membuat partai baru. Pernyataan Salim dapat dikatakan berkaitan dengan beberapa pentolan PKS mendirikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora).

Salim mengatakan menyelesaikan masalah dengan membuat partai baru tidak tepat. Dia bilang menyelesaikan masalah internal partai harus dilakukan dengan kesabaran.

"Kalau ketidakcocokan terjadi di antara kita, antara ikhwan dan akhwat, penyelesaiannya bukan terus keluar, buat partai baru, bukan. Jadi krisis hati ya penyelesaiannya kembali kepada hati. Perlu di situ kesabaran, hal-hal yang berkaitan dengan hati," kata Salim dalam Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11).


Menurut Salim, tidak semua partai memiliki soliditas internal karena pikiran-pikiran pragmatis. Namun ia yakin internal PKS solid, dibuktikan dengan perjuangan di Pemilu 2019.
Salim meminta kader PKS mempertahankan soliditas partai hingga akhirat. Bahkan ia menantang para kader PKS untuk membuktikan soliditas mereka dengan memenangkan pemilu berikutnya.

"Saya inginkan di 2024, insyaAllah kader partai menang. Saya inginkan kita mampu meraih menjadi partai nomor satu di negeri ini. Siap mewujudkannya?" kata dia.

"Siap!" kata para kader disusul pekik takbir.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, beberapa eks kader PKS mendeklarasikan partai baru bernama Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Partai itu akan diketuai oleh mantan Presiden PKS Anis Matta. Beberapa mantan pentolan PKS juga menduduki jabatan pimpinan, seperti Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq.

Merespons hal itu, Ketua DPP PKS Bidang Wilayah Tifatul Sembiring menegaskan kader PKS harus keluar dari partai jika hendak pindah ke Gelora. Dia tak ingin ada pembajakan kader dari internal partai.

"Kami harapkan jangan sampai, bagi saya pilihan bebas, tapi kalau sudah memilih (Gelora) silahkan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu, terus merekrut kader-kader di dalam," kata Tifatul saat ditemui pada Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11). (dhf/ain)