Khofifah Minta Seluruh RS Jatim Terapkan Layanan Telemedicine

Pemprov Jatim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 13:59 WIB
Khofifah Minta Seluruh RS Jatim Terapkan Layanan Telemedicine Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghendaki seluruh rumah sakit provinsi tersebut segera menerapkan inovasi layanan telemedicine untuk mewujudkan Jawa Timur yang cerdas dan sehat.

Inovasi layanan telemedicine tersebut sedang dikembangkan di dua rumah sakit di Jawa Timur, yakni RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit pengampu tingkat nasional dan RSU Haji sebagai rumah sakit tingkat regional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dipilihnya dua rumah sakit sebagai penyelenggara program pelayanan telemedicine merupakan salah satu solusi dalam mengatasi tantangan di dunia kesehatan.

"Ke depan, dengan tantangan di bidang layanan kesehatan seperti masalah antrean dan tunggu operasi, kami akan menerapkan program pelayanan telemedicine di sel-sel rumah sakit yang ada di Jawa Timur," ujar Khofifah di Jakarta, Kamis (14/11).

Sementara itu, pedoman pelayanan atau clinical guideline untuk telemedicine di rumah sakit di Jawa Timur akan disusun bersama, sehingga metode pelayanan terhadap penyakit tertentu menjadi relatif sama di setiap rumah sakit di Jawa Timur.

"Harapannya rumah sakit Jawa Timur menjadi jejaring pelayanan tingkat lanjut yang terjaga mutunya. Rumah sakit dengan tipe A dapat membantu proktoring pada rumah sakit tipe A lain atau di bawahnya. Sistem ini sudah dilakukan di RSUD Dr Soetomo dengan RSAL untuk pasien bedah saraf dan terbukti bisa saling membantu dalam mengatasi antrean pasien."

Dijelaskan Khofifah, kondisi geografis Provinsi Jawa Timur yang sangat luas sering menjadi kendala tersendiri untuk meratakan pelayanan kesehatan. Selain itu, ketidakmerataan fasilitas dan tenaga profesional kesehatan juga menyebabkan variasi dalam status kesehatan masyarakat.

Revolusi teknologi inovatif telemedicine memungkinkan konsultasi jarak jauh terkait kondisi klinis, radiologi, EKG,USG, serta telekonsultasi. Semuanya bisa dilakukan jarak jauh antarsesama dokter terkait pengobatan pasien. 

Dengan telemedicine maka insiden penyakit, profil kesehatan, sistem rujukan berjenjang dan terstruktur dapat dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga angka keparahan dan kematian dapat diturunkan.

"Oleh karenanya diharapkan agar semua rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Jawa Timur dapat segera mengikuti Program Telemedicine Indonesia (Temenin) sehingga Nawa Bhakti Satya untuk Jatim Cerdas dan Sehat dapat segera terwujud di Jawa Timur," ujar Khofifah.


(fef)