Moeldoko Usul 1 Keluarga Pelihara Ayam untuk Atasi Stunting

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 14:02 WIB
Moeldoko Usul 1 Keluarga Pelihara Ayam untuk Atasi Stunting Ilustrasi ayam petelur. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar satu keluarga memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia mengatakan pemenuhan gizi anak bisa dilakukan dengan memberi asupan telur dari ayam yang dipelihara tersebut.

Menurut Moeldoko, gizi yang diberikan sejak usia dini dapat menekan angka stunting alias gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis pada seribu hari pertama.

"Perlu setiap rumah ada (memelihara) ayam, sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).


Moeldoko menyebut setiap anak wajib memakan satu butir telur ayam. Anak-anak juga perlu mendapatkan makanan kaya gizi lainnya, seperti ikan, sayur mayur, tahu, maupun tempe yang penuh dengan protein.

Moeldoko pun mencontohkan India yang kini sudah menerapkan wajib makan lima telur dalam satu minggu. Menurutnya, program itu bisa diterapkan agar anak-anak Indonesia tak mengalami stunting. Saat ini terdapat program yang dijalankan Kementerian Kesehatan, yakni isipiringku.
Moeldoko Usul Satu Keluarga Pelihara Ayam Demi Gizi AnakMoeldoko. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

"Sekarang isipiringku, di dalamnya kita lebih fokus pada makanan lokal. Enggak perlu makan aneh-aneh. Makanan lokal itu yang dioptimalisasi," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk mempercepat pengentasan stunting. Pemerintah telah menargetkan angka stunting turun jadi 19 persen pada 2024. Angka stunting sudah turun dari tahun sebelumnya menjadi 27,67 persen.

"Walaupun ini dianggap presiden masih lambat, tetapi kita akan gas lagi ke depan. Untuk itu kita undang para pegiat, teman- kita yang ada di berbagai daerah," tuturnya.

10 Pegiat Pencegahan Stunting

Moeldoko lantas memberikan penghargaan kepada 10 pegiat pencegahan stunting 2019. Ia menyatakan penghargaan yang diberikan pemerintah ini merupakan apresiasi terhadap kerja nyata para pegiat dalam mencegah stunting.

"Kurang lebih 1,7 juta balita telah terselamatkan dari stunting. Ini karena berkat kerja keras pegiat yang tidak kenal menyerah, berbagai inovasi dilakukan. Profilnya luar biasa," kata Moeldoko.

Dalam kesempatan ini, Moeldoko menyerahkan langsung penghargaan kepada 10 pegiat pencegahan stunting. Masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Para pegiat yang mendapatkan penghargaan antara lain, istri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Ratna Megawangi; Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Selina Patta Sumbu; Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini.
[Gambas:Video CNN]

Kemudian penggagas Yayasan 1000 days fund, Zack Petersen; pendiri aplikasi Teman Bumil, Robyn Soetikno; pendiri FeelWell Ceramic (FWC) Stevia Angesty; istri Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Meity Monteiro.

Selanjutnya pendiri Rumoh Gizi Gampong, Aripin Ahmad; Direktur Kemitraan Masyarakat Noer Wulan Sari Kaban; dan mahasiswa Universitas Pertamina Jakarta, Heri Kurniawan (fra)