Tjahjo Kaji Tambah Perwira TNI-Polri, Pangkas Eselon PNS

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 20:15 WIB
Tjahjo Kaji Tambah Perwira TNI-Polri, Pangkas Eselon PNS Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah tengah mengkaji penambahan perwira tinggi di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tjahjo mengatakan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan menambah jenderal bintang tiga di tubuh Polri dan TNI. Ia juga akan menambah jenderal bintang satu dan dua di dua institusi itu.

"Saya sekarang sedang mengkaji bagaimana untuk Kopassus, Marinir, Paskhas, yang jumlahnya di bawah Kostrad, kepolisian juga. Sekarang saya sedang proses penambahan bintang tiga, yang otomatis menambah bintang satu," kata Tjahjo dalam Rakornas Indonesia Maju di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).


Tjahjo mengatakan penambahan pejabat tinggi di kepolisian dan tentara akan dibarengi upaya reformasi birokrasi. Dia akan melakukan pengkajian tersebut secara detail dan hati-hati.


Meski begitu, perlakuan untuk kementerian/lembaga berbeda. Tjahjo menegaskan pemerintah tetap akan merampingkan tingkatan birokrasi di kementerian/lembaga.

"Maka untuk merampingkan dalam rangka mempercepat layanan dan perizinan kami akan hati-hati, totalitas, mana yang harus alih pejabat fungsional dan yang tidak," ucapnya.

Tjahjo berkata konsep penyederhanaan eselon tiga dan eselon empat akan didesain dalam enam bulan ke depan. Ia akan memulai dengan memangkas eselon di lembaganya.

"Saya akan mencontohkan bulan ini di kementerian saya, eselon tiga dan eselon empatnya akan saya pangkas. Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang lainnya," ucap Tjahjo.

MenPANRB Pangkas Eselon PNS, Tambah Perwira Tinggi TNI-PolriKepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)

Wakil Panglima TNI Dijabat Bintang 4


Di tempat terpisah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan jabatan wakil panglima TNI akan diduduki oleh perwira tinggi berpangkat jenderal.

"Tetap bintang empat," kata Moeldoko kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (13/11).

Menurutnya, pengadaan jabatan wakil panglima TNI telah melalui sejumlah pertimbangan, terutama terkait jadwal kegiatan panglima TNI yang padat.


Berdasarkan pertimbangan tersebut, lanjutnya, wakil panglima TNI nantinya diharapkan dapat melaksanakan tugas sebagai panglima TNI.

"Nanti kalau sudah ada panglima TNI dan wakil panglima TNI itu dalam satu kotak, sehingga kalau Panglima TNI enggak ada, otomatis Wakil Panglima TNI itu selaku Panglima TNI," kata Moeldoko.

Namun dia belum tahu siapa sosok yang akan ditunjuk untuk menduduki jabatan wakil panglima TNI. Terkait kabar mencuatnya nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa, Moeldoko meminta tidak ada pihak yang berspekulasi.

"Belum tahu itu. Jangan spekulasi," kata mantan Panglima TNI itu.

Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI. Perpres bertanggal 18 Oktober 2019 salah satunya menghidupkan kembali posisi wakil panglima TNI.


Dalam Perpres itu, Jokowi menghidupkan posisi yang pernah dihapus oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Dalam salinan yang diterima CNNIndonesia.com, berdasarkan pasal 13 ayat (1) huruf a diketahui wakil panglima berada di bawah panglima TNI selaku unsur pimpinan.

Jabatan wakil panglima TNI sebagaimana pasal 15 ayat (1) merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas atau Tri Matra Terpadu yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Panglima TNI.

Sementara itu tugas Wakil Panglima TNI sebagaimana pasal 15 ayat (2) terdiri dari empat hal. Pertama, membantu pelaksanaan tugas harian Panglima TNI.

[Gambas:Video CNN] (mts)