Elite PKS Ingatkan Gerindra: Wagub DKI Hak Kami

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 18:58 WIB
Elite PKS Ingatkan Gerindra: Wagub DKI Hak Kami Presiden PKS Sohibul Iman (tengah) saat ditemani Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP PKS Ledia Hanifa mengingatkan Partai Gerindra bahwa posisi wakil gubernur DKI Jakarta masih menjadi hak milik PKS. Ia memandang kader PKS adalah pihak yang pantas untuk mengisi posisi tersebut.

"Kalau kami sih memandang ini haknya PKS, maka nama (cawagub DKI) dari PKS," kata Ledia di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (15/11).

Ledia menjelaskan komitmen atau perjanjian awal antara PKS dan Gerindra terkait posisi wakil gubernur DKI yang kosong nantinya adalah milik kader PKS.


Menurutnya, sampai saat ini kesepakatan politik antara Gerindra dan PKS itu pun tak berubah. Ia pun mengatakan PKS sendiri sudah menyerahkan beberapa nama kadernya untuk diproses di DPRD DKI Jakarta.


"Sebetulnya kan fatsunnya itu haknya PKS ya, sampai sekarang, kita sudah usulkan nama kemudian sedang diproses di DPRD Provinsi," kata dia.

Meski demikian, ia mengatakan partainya tak keberatan jika Partai Gerindra turut mengajukan beberapa nama calon wakil gubernur DKI Jakarta. Akan tetapi, ia kembali mengingatkan Gerindra bahwa kesepakatan awal posisi itu merupakan milik PKS.

"Ya kalau nyodorin silakan saja, kan kesepakatan sejak awal memang PKS," ujarnya.

Sebelumnya, Sekjen PKS Mustafa Kamal juga mengatakan partainya membuka peluang jika Gerindra mengajukan nama cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno.


Dia mengatakan dari partai manapun, cawagub baru harus bisa menjalankan visi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah dinyatakan sejak Pilkada DKI 2017.

"Kita persilakan, tapi tentu dengan pertimbangan betul-betul sah yang memenuhi harapan masyarakat yang memberikan satu kemampuan untuk bekerja sama dengan Gubernur Pak Anies Baswedan dan juga janji-janji selama ini," kata Mustafa saat ditemui pada Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11).

Hingga kini kursi Wagub DKI Jakarta masih kosong usai Sandiaga Uno memutuskan mundur dari posisi tersebut pada Agustus 2018 silam. Ketika itu Sandi memutuskan maju Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto.

Usai polemik berkepanjangan, PKS dan Gerindra setuju untuk mengajukan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Namun hingga kini belum ada keputusan meski DPRD sudah membentuk pansus terkait hal tersebut.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)