Pemprov DKI Tingkatkan Gizi Anak Sekolah Lewat PMTAS

Pemprov DKI Jakarta, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 11:24 WIB
Pemprov DKI Tingkatkan Gizi Anak Sekolah Lewat PMTAS Ilustrasi anak sekolah. (iStock/Sasiistock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DKI Jakarta terus meninjau dan memberikan perhatian yang serius terhadap program PMTAS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang cukup pada anak sangatlah penting supaya mereka tanpa kendala menjalani proses belajar.

"Kota ini anak-anaknya harus mendapat asupan makanan sehat supaya gizi mereka tercukupi dan mereka sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar," ujar Anies melalui keterangan tertulis.


Dalam Program Makanan Tambahan Anak Sekolah, setiap murid mendapatkan jatah makanan tambahan senilai Rp10.800 per hari.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan program PMTAS sudah dipersiapkan sejak lama hingga akhirnya dimulai pada akhir Maret.

"PMTAS diadakan di lima kotamadya dan satu kabupaten di Jakarta. Program ini berbentuk swakelola tipe empat karena untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui Komite Sekolah," ujar Syaefuloh.

Sementara, perihal pengawasan dan pendampingan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, sehingga tujuan untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi dan ketahanan fisik siswa SD dapat tercapai.

Tersebar di 459 Sekolah se-DKI Jakarta

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SD dan PKLK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Ida Nurbani menyatakan 459 sekolah dari 53 kelurahan di Jakarta telah menerima Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) 2019. Rinciannya, 375 SD, 75 TKN dan TPAN, serta 9 SLBN.

"Tahun ini penerimanya ada 459 sekolah, menjangkau 144.722 peserta didik yaitu di SD, TK negeri, TPA negeri, dan SLB," ujar Ida.

Ke depannya, program ini akan diperluas supaya menjangkau semua wilayah, khususnya perkampungan yang masuk klasifikasi masyarakat prasejahtera.

"Pemilihan 53 lokasi ini juga dengan mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi, yaitu masyarakat yang secara ekonomi masih rendah maka sekolah-sekolahnya kita jadikan sebagai sasaran awal," ujarnya. (fef)