Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang kini disiagakan. Ratusan aparat kepolisian juga berjaga baik di dalam maupun di pintu gerbang kampus.
Tidak ada korban luka. Aksi penyerangan membuat mahasiswa panik dan merasa terancam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian sekitar pukul 15.15 wita tadi. Ada sekitar 100 orang lebih. Mereka membagi diri ke dua titik yakni pembakaran di eks sekretariat Mapala dan perusakan di ruang perkuliahan Fakultas Hukum," kata Yudhiawan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Senin (18/11).
Kemudian di area Fakultas Hukum, pelaku menjebol pintu besi dengan batu dan melempari kaca-kaca ruangan kelas ketika perkuliahan tengah berlangsung.
Setelah itu, kata Yudhiawan, para pelaku meninggalkan lokasi. Mereka menggunakan sepeda motor. Ada pula yang menggunakan mobil.
"Ini jelas direncanakan kalau sudah seperti itu kejadiannya. Ini kejadian luar biasa. Kita sebagai bangsa bermartabat tapi ini sudah terlihat seperti bangsa barbar, bukan orang Indonesia," ucap Yudhiawan.
Usai penyerangan, Kepolisian menempatkan penjagaan ketat di lingkungan kampus UMI. Kepolisian juga terus menyelidiki motif serta pelaku penyerangan.
Penyerangan bukan baru kali ini terjadi. Pada Selasa lalu (12/11), penyerangan di Kampus UMI juga dilakukan oleh sekelompok orang yang membuat Mahasiswa Semester V Andi Fredi Akirmas (21) meninggal dunia.
Akibatnya, 12 orang mahasiswa UNI dikeluarkan dari kampus karena diduga terlibat dalam penyerangan di kampus UMI.
Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Adnas mengatakan pihaknya telah menetapkan tersangka terhadap beberapa orang. Ada tiga orang mahasiswa UMI ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial Ys, (19), Ind, (20) dan Sy, (20).
Sementara delapan orang lainnya masih dalam pengejaran.