Saat ditanya perihal jabatannya sebagai pimpinan KPK itu, Firli enggan menjawab. Ia berdalih saat ini masih fokus pada jabatannya sebagai Kabaharkam.
"Saya belum bisa bicara kalau soal KPK karena hari ini saya masih Kabaharkam. Kita fokus dulu kepada Kabaharkam," kata Firli di Bareskrim Polri, Selasa (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekerjaan tidak hanya bisa dilihat dengan waktu tetapi bagaimana kita melakukan sesuatu melalui proses dan hasil," ujarnya.
Firli meninggalkan jabatan Kapolda Sumsel untuk menggantikan Komjen Condro Kirono yang akan memasuki masa pensiun. Dengan promosi jabatan itu, Firli akan menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau komisaris jenderal (komjen).
Firli menuturkan sebagai Kabaharkam dirinya bakal fokus untuk melaksanakan terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi, tahun depan bakal dihadapkan dengan tantangan perihal pengamanan Pilkada serentak 2020.
Dia menyampaikan untuk menghadapi Pilkada serentak 2020, Polri juga telah memetakan daerah mana saja yang masuk dalam kategori rawan. Namun, ia belum mau membeberkan hasil pemetaan yang telah dilakukan.
"Sudah kita petakan daerah mana saja yang rawan, tahapan pilkada kita bahas semua. Setiap pilkada ada kerawanan mulai dari logistik, kampanye, pemungutan suara, penetapan suara, tahap siapa yang terpilih atau tidak sampai tahap mungkin ada mengajukan gugatan di MK," tutur Firli.
Kapolri Jenderal Idham Aziz memimpin serah terima jabatan (sertijab) Irjen Firli sebagai Kabaharkam di Bareskrim Polri hari ini.
Selain Firli, sejumlah perwira tinggi Polri lainnya juga menjalani sertijab hari ini. Yakni Irjen Priyo Widyanto sebagai Kapolda Sumsel, Irjen Muktiono sebagai Kapolda Kalimantan Timur, Brigjen Anang Syarif Hidayat sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, Irjen Refdi Andri sebagai Koorsahli Kapolri dan Brigjen Istiono sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri.
Dalam acara sertijab itu, Idham selaku Kapolri memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang langsung diikuti oleh para perwira tinggi.
"Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta akan menjalankan sehala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," tutur Idham menuntun sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, dan penuh dengan rasa tanggung jawab," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)