Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing mengatakan titik ledakan itu terjadi tepatnya di dekat rumah dinas pegawai yang ada di area kantor Kejari itu.
"Tidak ada korban jiwa, korban luka. Hanya kerusakan pada plafon rumah dinas diduga karena getaran ledakan tersebut," ujar Asian Sihombing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ledakan Terjadi di Kejari Parepare |
"Penyebab ledakan masih didalami. Mengantisipasi adanya ledakan susulan, lokasi sudah disterilkan," ujarnya.
Sementara Kasi Intel Kejari Parepare, Amiruddin yang juga dikonfirmasi telah memastikan bahwa yang meledak itu adalah detonator yang masih aktif, sisa-sisa barang bukti yang dimusnahkan beberapa waktu lalu.
"Yang meledak itu adalah detonator yang masih aktif. Diduga seperti itu karena lokasi kejadiannya di tempat kita lakukan pemusnahan barang bukti detonator September lalu," ujar Amiruddin.
Amiruddin mengatakan halaman belakang Kejari Parepare yang berada di dekat area rumah dinas itu cukup luas. Di sana, kata dia, kerap dilakukan kegiatan pemusnahan barang bukti dengan cara ditimbun dengan tanah lalu dicor dengan semen.
Bekas pemusnahan bom ikan
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri menduga ledakan terjadi karena sampah yang dibakar di lokasi bekas pemusanahan barang bukti bom ikan.
Mukri mengatakan saat kejadian diduga petugas kebersihan memang tengah membakar sampah di lokasi tersebut.
"Jadi ada tukang cleaning service yang bakar sampah di bak sampah Kejari Parepare, lalu bak sampah itu kebetulan jadi tempat lokasi pemusnahan barbuk bom ikan. Jadi pas bakar sampah, rupanya kena itu barbuk," tutur Mukri saat dikonfirmasi, Selasa (19/11).
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal meminta wartawan untuk menunggu pemutakhiran informasi selanjutnya karena tim penjinak bom sedang melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Sedang melakukan pengolahan TKP dan mengantisipasi ada ledakan susulan, tunggu saja nanti update dari saya," kata Iqbal.