AHY Mengaku Tak Dapat Tawaran Wamen dari Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 21:29 WIB
AHY Mengaku Tak Dapat Tawaran Wamen dari Jokowi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tidak mendapat tawaran untuk menjadi wakil menteri dari Presiden Joko Widodo.

Padahal Demokrat sebelumnya sempat digadang-gadang bakal mendapat jatah di Kabinet Indonesia Maju.

"Tidak ada (tawaran menjadi wakil menteri)," ujar AHY di di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (19/11)..


AHY enggan menduga alasan dirinya tidak mendapat tawaran masuk ke dalam kabinet oleh Jokowi. Dia hanya berkata menghormati hak prerogatif Jokowi dalam menyusun kabinetnya.

Lebih lanjut, AHY pun membenarkan realitas politik saat ini tidak semudah dan sesederhana yang dibayangkan. AHY mengaku pihaknya menerima kenyataan itu dengan sangat baik.

"Saya dan Partai Demokrat sangat memahami situasi politiknya. Dan sekali lagi kami berpikir jernih," ujarnya.


Meski tak mendapat jatah kabinet, AHY menyampaikan Demokrat akan terus fokus dekat dengan masyarakat. Demokrat, lanjut dia, ingin menangkap seluruh aspirasi, harapan, dan permasalahan yang dialami masyarakat.

Di Luar Pemerintahan

Selain itu AHY juga menegaskan partainya berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sejauh ini, kata AHY, partainya masih memberi kesempatan Jokowi dan anak buahnya menunjukkan kinerjanya.

"Jadi Demokrat clear, bahwa tentu hari ini kami realitas politiknya Demokrat tidak berada di dalam pemerintahan," ujar AHY.

Meski demikian AHY tak lugas menyatakan bahwa posisi Demokrat ini sebagai oposisi atau tidak. Yang jelas, partainya tetap akan memberikan kritik dan saran bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]

AHY menuturkan pihaknya tidak ingin terlalu dini memberi penilaian terhadap kinerja Jokowi dan para menterinya di dalam Kabinet Indonesia Maju. Dia merasa tidak adil langsung mengeluarkan penilaian karena pemerintahan periode kedua Jokowi masih seumur jagung.


Meski demikian, AHY berharap pemerintahan Jokowi sukses dan solid dalam bekerja agar memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Lebih lanjut, AHY menyampaikan Demokrat ingin mengedepankan semangat untuk memajukan Indonesia. Sehingga, dia berkata pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan semua pihak.

Namun, AHY kembali menyampaikan Demokrat tidak akan sungkan memberikan kritik yang membangun, cerdas, dan konstruktif terhadap pemerintahan Jokowi. Tindakan itu, lanjut dia, merupakan sebuah kewajiban dalam demokrasi.

"Tetapi jika ada yang kira-kira memang itu baik dan perlu kita dukung, kenapa tidak kita juga berikan dukungan," ujarnya.

Untuk diketahui, Demokrat berada di luar pemerintahan periode pertama Jokowi saat masih bersama Jusuf Kalla. Kala itu, Demokrat mengklaim menjadi penyeimbang dengan tidak bergabung dengan kubu oposisi.

Posisi Demokrat kembali berseberangan dengan Jokowi pada Pilpres 2019. Demokrat memilih mendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang kemudian kalah dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (jps)