DPRD Wacanakan Bentuk Pansus Pembobolan Bank DKI

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 10:29 WIB
DPRD Wacanakan Bentuk Pansus Pembobolan Bank DKI Ilustrasi DPRD DKI. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- DPRD DKI Jakarta mewacanakan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menginvestigasi pembobolan Bank DKI senilai Rp32 miliar sekaligus mengevaluasi manajemen bank daerah itu.

"Saya akan usulkan agar DPRD membentuk pansus untuk menyelidiki permasalahan di Bank DKI. Pansus ini akan bekerja untuk menginvestigasi permasalahan sebenarnya, bukan hanya pembobolan tapi sistem perbankan mereka," ujar Anggota Komisi A DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Purwanto di kantornya, Jakarta, Kamis (21/11).

Ia menilai dengan pembobolan Bank DKI mengindikasikan kelemahan manajemen internal. Padahal, bank tersebut merupakan tempat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyimpan uang.


Purwanto juga mengaku pernah mengalami keanehan saat bertransaksi menggunakan Bank DKI.

"Secara pribadi, saya juga mengalami hal yang sama, saldo rekening di Bank DKI selalu berkurang tanpa saya ketahui dan potongannya aneh-aneh, ada biaya administrasi, ada fee, dan lainnya. Ketika saya tanyakan ke mereka, jawabannya tidak memuaskan," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Purwanto juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menindaklanjuti kasus pembobolan ini. Kerjasama kedua lembaga dengan Pansus perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Apalagi setiap vendor, SKPD dan pihak lain yang terlibat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bertransaksi melalui Bank DKI. Perputaran uangnya besar," tegas dia.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Arifin mengakui pembobolan bank DKI itu diduga dilakukan 12 anak buahnya pada periode Mei sampai Agustus lewat ATM di wilayah Jakarta Timur dan Selatan. Nilainya mencapai Rp32 miliar. Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini memastikan bahwa kasus yang terjadi tidak berhubungan dengan dana nasabah bank DKI. Ia pun menegaskan bahwa operasional bank DKI berjalan dengan normal.

Ia juga mengungkapkan sejak awal sudah melaporkan kasus ini ke pihak yang berwenang.

"Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan dengan normal. Atas permasalahan ini, sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait," ucapnya.

(CTR/arh)