Reuni Akbar 212 Digelar di Monas, Doakan Keselamatan Rizieq

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 16:25 WIB
Reuni Akbar 212 Digelar di Monas, Doakan Keselamatan Rizieq Tokoh FPI Rizieq Shihab. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menyatakan akan menggelar Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Senin (2/12). Dalam gelaran itu, PA 212 mengajak umat Islam mendoakan keselamatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan doa bersama untuk Rizieq bakal jadi salah satu agenda utama dalam gelaran tersebut.

"Mari kita putihkan Monas, kita bersujud meminta perlindungan dari Allah SWT untuk keselamatan hingga kepulangan Imam Besar Kita, Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air tercinta setelah cukup lama terasingkan di Mekkah, Arab Saudi. Kita sambut kepulangan dan kehadiran Habib Rizieq Shihab di tengah-tengah kita," kata Martak dalam jumpa pers di Kantor DPP FPI, Jakarta, Kamis (21/11).
Martak menyampaikan Reuni Akbar 212 juga digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara akan dimulai dengan Salat Tahajud berjamaah, kemudian dilanjut dengan zikir dan tausiyah dari para pendakwah.


Martak juga mengatakan gelaran ini bukan ajang gagah-gagahan. Acara ini menjadi pertemuan untuk mendoakan Indonesia agar selalu aman, damai, tentram, sejahtera.

"Adalah sebuah kewajaran bila ulama bersama umat, tetap menjaga semangat jihad tersebut, semangat untuk tetap menjaga Indonesia bebas dari ancaman kolonialisme gaya baru," ucap dia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan acara akan dimulai sekitar pukul 03.00 WIB dan akan rampung sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian sekitar satu juta orang ditargetkan akan hadir.

"Insyaallah satu juta hadir, tapi kita harap jumlahnya tidak beda jauh dari reuni kedua," ucap dia.

[Gambas:Video CNN]

Aksi 212 awalnya bermula dari aksi unjuk rasa umat Islam pada 2 Desember 2016 di Monumen Nasional, Jakarta. Saat itu umat Islam Indonesia memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bernada SARA.

Aksi itu berlanjut di tahun berikutnya dan menjadi agenda tahunan PA 212. Gerakan ini lambat laun menjadi sejalan dengan partai-partai oposisi Jokowi.

Bahkan pada Reuni Aksi 212 tahun 2018, Prabowo Subianto yang menyandang status calon presiden Pilpres 2019 diundang dan hadir dalam Reuni Aksi 212.
(dhf/ugo)