Polisi Kerahkan Intelijen Jelang Reuni 212

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 10:57 WIB
Polisi Kerahkan Intelijen Jelang Reuni 212 Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut pengamanan Reuni 212 akan memerlukan Kirka Intelijen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri akan menggunakan intelijen untuk menganalisis pengamanan yang dibutuhkan dalam gelaran reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212.

"Kalau misalnya ada surat pemberitahuan ke kepolisian nanti akan kita analisa. Kita juga memerlukan dari Kirka (perkiraan keadaan) Intelijen karena seperti apa," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (21/11).

Argo menjelaskan Kirka Intelijen dalam hal ini akan memperdalam kebutuhan pengamanan yang harus dilakukan Polri nantinya. Polri juga akan bekerja sama dengan TNI dalam pengamanan jika dibutuhkan.


"Tentunya nanti kita tetap berkolaborasi bekerja sama dengan TNI. Kita akan melakukan pengamanan jika nanti surat pemberitahuan sudah masuk ke kepolisian," tambah Argo.

Diketahui PA 212 berencana akan menggelar Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 di Monumen Nasional Jakarta. PA 212 memastikan bakal mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk hadir.

[Gambas:Video CNN]
"Menurut saya seperti biasanya dari tahun ke tahun sebelumnya beliau (Anies) diundang," kata Novel kepada CNNIndonesia.com via pesan singkat, Senin (4/11).

Selain itu, PA 212 akan mengundang aktivis, tokoh politik, dan ulama seperti biasa. Namun, ia enggan membeberkan daftar tamu reuni kali ini.

Mantan kader PBB itu menuturkan Reuni Aksi 212 akan dimulai dengan salat malam, salat subuh berjamaah, zikir dan doa, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, dan ceramah dari Rizieq Shihab.

(fey/arh)