Stafsus 'Milenial' Ajak Jokowi Bangun Indonesia dari Papua

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 22:39 WIB
Stafsus 'Milenial' Ajak Jokowi Bangun Indonesia dari Papua Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar (kedua dari kanan). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar berkomitmen membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan roda pemerintahan periode kedua. Billy mengajak Jokowi untuk membangun Indonesia dari Papua.

"Saya berkomitmen ke Pak Presiden, Pak mari kita bangun Indonesia dari Papua," kata Billy usai diperkenalkan sebagai stafsus di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11).

"Selama ini membangun Papua dari Indonesia, sekarang membangun Indonesia dari Papua. Itu narasi yang akan kita usung," ujarnya melanjutkan.


Billy merupakan putra asli Papua. Ia kini tengah menyelesaikan studi pascasarjana di University of Oxford. Kemudian melanjutkan program doktoral di Harvard University pada Oktober mendatang.

Billy menyatakan dirinya akan membantu Jokowi untuk menerapkan teknologi untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif dan efesien. Ia mengaku sudah sembilan tahun bekerja di wilayah timur Indonesia untuk melatih anak-anak guna menjadi enterpreneur.

"Saya akan membawa pengalaman saya untuk membantu presiden dan pemerintah Indonesia untuk menjangkau daerah-daerah terluar secara digital dan mengurani digital divide," kata CEO Kitong Bisa.

Sementara itu, Pendiri Ruangguru.com Adamas Belva Syah Devara tak menyangka diangkat menjadi stafsus presiden pada usia yang terbilang muda. Menurutnya, Jokowi memiliki komitmen besar untuk melibatkan anak muda dalam memutuskan kebijakan publik.

"Yang tadinya apatis tidak boleh apatis lagi. Banyak sektor strategis yang akan kita garap," ujar Belva.

[Gambas:Video CNN]
Belva mengatakan memiliki fokus dalam bidang pendidikan, kepemudaan, hingga kewirausahaan. Sementara enam stafsus lainnya juga memiliki keahlian masing-masing. Menurutnya, keahlian ini yang akan dipakai membantu Jokowi.

"Kami sektornya berbeda, tapi ini amanah yang besar, kepercayaan yang besar dan kami akan bekerja sekuat kami untuk bisa delivered, memenuhi ekspektasi bapak presiden dan kemajuan," tuturnya.

Sementara Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia mengaku bangga dipilih menjadi stafsus. Angkie merupakan perempuan penyandang disabilitas yang masuk lingkaran pemerintahan.

"Berdiri di sini menyuarakan 21 juta jiwa disabilitas di seluruh Indonesia," kata Angkie.

Menurutnya, sudah waktunya penyandang disabilitas bukan lagi kelompok minoritas, tetapi menjadi setara. Angkie mengaku akan membangun lingkungan inklusi lewat posisinya sebagai stafsus presiden.

"Mudah-mudahan saya bisa bekerja lebih baik ya pak ya, dan dibantu dengan teman-teman yang hebat di sin. Bantuan teman teman wartawan dan masyarakat Indonesia menjadikan Indonesia lebih ramah disabilitas," ujarnya. (fra/osc)