Anies Izinkan Reuni 212 di Monas Melalui Acara Maulid Akbar

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 17:51 WIB
Anies Izinkan Reuni 212 di Monas Melalui Acara Maulid Akbar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui pihaknya mengeluarkan izin penggunaan kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2019. Namun dia berdalih izin dikeluarkan untuk acara Maulid Akbar, bukan Reuni 212 yang diselenggarakan GNPF Ulama.

Anies mengatakan, Pemprov DKI menerima dua pengajuan izin penggunaan kawasan Monas pada dua tanggal berbeda. Pengajuan izin ini kemudian dibawa ke dalam rapat di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut dihadiri Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Kejati DKI.

"Forkopimda melakukan musyawarah terkait dengan adanya rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. 1 Desember itu terkait dengan Papua, 2 Desember terkait dengan Maulid Akbar," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/11).


"Yang 2 Desember (Maulid Akbar) dari situ kemudian kesimpulannya memang diberikan izin," lanjut Anies.

Anies menyatakan pihaknya dalam posisi pasif jika ada pihak yang ingin mengajukan izin menggelar acara di Monas. Semua pengajuan akan ditinjau lebih dulu sebelum mengeluarkan keputusan.

"Jadi seluruh penggunaan Monas sifat Pemprov pasif, artinya ada pihak yang mengajukan untuk meminjam kemudian Pemprov me-review. Dari situ Pemprov memutuskan meminjamkan atau tidak, itu prosesnya selalu begitu," ungkap Anies.

Anies juga menambahkan bahwa hari ini Forkopimda level asisten kembali menjalankan rapat. Kendati begitu, hingga kini Anies mengaku belum melihat surat pengajuan izin itu secara langsung.

"Secara prinsip dari diskusi itu akan dapat izin kemudian dari sisi DKI memberikan izin untuk tempat untuk keramaian dan izin harus dari polisi," tutup dia.

[Gambas:Video CNN]
Pernyataan Anies agak bertolak belakang dengan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif yang mengklaim pihaknya telah mengantongi izin dari beberapa pihak untuk melaksanakan Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional, Jakarta. Bahkan, kata Slamet, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah merestui acara tersebut digelar di Monas dengan mengeluarkan izin.

Selain itu, Slamet mengatakan PA 212 sudah membuat pemberitahuan kepada kepolisian. Slamet bahkan menunjukkan beberapa surat izin perhelatan kepada awak media massa.

"Insya Allah semua berjalan dengan baik dan lancar karena rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta sudah kita dapatkan. Kita sudah terima untuk proses perizinan di acara reuni," kata Slamet dalam jumpa pers di Kantor DPP FPI, Jakarta, Kamis (21/11).

Pria yang juga menjabat Juru Bicara FPI itu berharap beberapa izin tersebut jadi jaminan penyelenggaraan Reuni 212. Dia juga berharap acara bisa dihelat dengan lancar tanpa hambatan apapun. (ctr/osc)