Soal Alutsista, Prabowo Sebut Jokowi Sangat Tegas

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 18:27 WIB
Soal Alutsista, Prabowo Sebut Jokowi Sangat Tegas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Dok : Humas Kementerian Pertahanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan akan meninjau ulang (review) proyek pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Hal ini terkait dengan instruksi Presiden Joko Widodo soal pembelian alutsista tidak berorientasi proyek.

"Akan kami review semua, beliau (Jokowi) sangat tegas kepada saya," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11).

Prabowo menegaskan, dalam penggunaan anggaran negara termasuk pembelian alutsista, tidak boleh ada kebocoran, penyimpangan dan penyelewengan.


Menurutnya uang pendapatan negara tidak mudah didapat.

"Uang rakyat, dari pajak," katanya.

Prabowo mengaku menyambut baik perintah Jokowi tersebut. Ia juga menyatakan ia akan terus menjaga anggaran negara agar tidak ada kebocoran dan penggelembungan yang tidak masuk akal.

Karena itu untuk pengadaan alutsista, Kemenhan akan terus mengkajinya karena dibutuhkan efisiensi dan daya guna.

"Kita cek lagi harga, teknologinya tepat atau tidak dan benar-benar lihat yang dibutuhkan pasukan kita di depan, TNI AL, AD, dan AU apa yang benar-benar mereka butuh," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Ketua Umum Gerindra ini juga menyinggung soal pengadaan senjata dari industri dalam negeri untuk memperkuat industri pertahanan seperti PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia dan PT Len.

Sebelumnya Jokowi mengatakan pengadaan alutsista jangan berorientasi pada penyerapan anggaran dan proyek semata.

"Jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, mampu membelanjakan anggaran sebanyak-banyaknya, apalagi orientasinya sekedar proyek. Setop yang seperti itu," tegas Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat (22/11).

Jokowi mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan alutsista pun sebaiknya tak melulu impor barang. Namun, perlu ada transfer teknologi juga, sehingga turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertahanan.

Jokowi juga ingin penggunaan alutsista dilakukan secara dinamis. Ia meminta jangan sampai Indonesia menggunakan alutsista yang ketinggalan zaman.

"Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang," kata Jokowi. (uli/sur)