Stafsus Jokowi Pastikan Kartu Pra-Kerja Ramah Milenial

CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 17:53 WIB
Stafsus Jokowi Pastikan Kartu Pra-Kerja Ramah Milenial Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Aminuddin Ma'ruf menjelaskan pihaknya sudah melakukan rapat dan diskusi dengan deputi Kantor Staf Presiden (KSP) guna membahas program kartu pra-kerja. Ia memastikan program tersebut akan berguna bagi generasi muda setelah rampung dan resmi berlaku tahun depan.

"InsyaAllah saya pastikan kartu pra-kerja akan ramah untuk milenial," imbuh dia.

Mantan Ketua Umum PMII itu mengatakan diskusi tersebut dilakukan agar kartu pra-kerja dapat sesuai dengan kebutuhan pasar yang dituju.


"Nanti KSP akan (melanjutkan) memberi saran kepada kementerian-kementerian mengenai catatan yang menjadi leading sector untuk sektor tersebut," kata Aminuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).


"Nanti kami menyusun untuk memberi masukan kepada Presiden bagaimana prioritas-prioritas itu menjadi inovatif," ujarnya.

Menurut dia, salah satu satu isu besar bagi anak muda yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah mengenai masalah ekonomi dan juga intoleransi. Salah satu masalah yang coba diselesaikan adalah mengenai ketersediaan lapangan pekerjaan.

Dalam melaksanakan tugas, kata Aminuddin, 14 stafsus Jokowi akan dibagi dalam tiga tim. Tim yang dimaksudkan adalah juru bicara, kelompok milenial yang baru dilantik Jokowi, dan juga pihak yang berhubungan dengan kelompok sipil strategis.

[Gambas:Video CNN]

Aminuddin sendiri mengaku mendapat tugas khusus untuk menjalin komunikasi dengan kelompok seperti santri, pemuda, mahasiswa, dan lembaga-lembaga sosial keagamaan lainnya.

"Ini komitmen Presiden untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda berkontribusi dalam proses pemerintahan dan negara," kata dia.

Ia menegaskan bahwa stafsus tidak memiliki kewenangan dalam mengeksekusi suatu program, berbeda dari pejabat dalam kementerian atau instansi ring satu istana lainnya.

Hal itu membuat pihaknya tidak mendapat target khusus dalam menjalankan tugas.


Sebelumnya, Jokowi mengatakan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial tak memiliki bidang tugas khusus. Jokowi menyebut para stafsus itu melakukan kerja bersama dalam membuat program dan menyelesaikan masalah.

"Stafsus saya yang baru untuk bidang-bidangnya ini kerja barengan gitu. Jadi hanya tadi Mbak Angkie khusus juru bicara bidang sosial. Saya tambahi tugas itu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11).


Ketujuh stafsus yang tergolong muda karena berusia di bawah 40 tahun itu antara lain, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32).

Kemudian Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36), Pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf (33).

(mjo/dea)