Tumpukan Jeroan dan Misteri Raib 24 Kambing di Rawa Buaya

CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 17:06 WIB
Tumpukan Jeroan dan Misteri Raib 24 Kambing di Rawa Buaya Foto ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tarsum (65), masih ingat betul situasi Sabtu (23/11) dini hari lalu saat 24 kambing yang dijaganya hilang dan hanya menyisakan jeroan di kandang di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Malam saat kejadian, mantan kuli bangunan itu mengaku malas menengok hewan ternak itu. Padahal ia juga belum mengantuk. Setiap malam ia juga rutin melihat puluhan kambing yang ditempatkan di kandang di pinggir kali kecil. 

Setidaknya ada tiga kandang ternak yang disusun dengan bambu dan kayu di sana. Namun malam itu ia malas sekali melihat ternak yang harusnya ia jaga.


"Enggak bisa tidur, gelisah. Tapi rasanya mau ke kandang seperti biasa males banget," ujar Tarsum saat ditemui CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).

Meski gelisah, Tarsum akhirnya tertidur juga, bahkan nyenyak.

Namun tak disangka, ketika bangun, ia mendapati 24 kambing yang ia urus bersama dua warga lainnya sudah hilang dari kandang. Tarsum menceritakan yang tersisa hanya sisa perut alias jeroan yang ditumpuk bersama jasad janin anak kambing yang seharusnya masih di perut sang induk.

Ia menduga, kambing-kambing tersebut disembelih di tempat dan dibawa dagingnya. Saat penjagalan dilakukan, tak ada satupun warga di RT01 RW04 yang mendengar aksi itu.

"Biasanya kalau ada kambing lagi melahirkan saja, satu kampung bisa dengar. Kalau satu kambing dipotong, ya kambing lain kan pasti teriak. Tapi ini enggak ada satu pun yang dengar," celetuk salah satu wanita paruh baya yang tiba-tiba menimbrung cerita Tarsum.

Ia juga salah satu warga di wilayah tempat Tarsum bermukim.



Misteri 24 Kambing Rawabuaya Hilang dan Tumpukan UsusLokasi kandang yang sebelumnya tempat pemeliharaan 24 kambing yang disembelih misterius di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (26/11). (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)


Tarsum mengaku merinding melihat darah dan jeroan kambing bertumpuk di dalam kandang. Warga menduga, pelaku berbekal mistis karena aksinya sama sekali tak didengar atau dipergoki warga. Padahal lokasi kandang sangat dekat dengan pemukiman warga.

Namun ada sedikit rasa syukur Tarsum karena ia masih selamat. Menurutnya, bisa jadi jika malam ia menengok kambing di kandang, ia bakal jadi sasaran penganiayaan pelaku.

"Kalau saya pagi itu menengok ke kandang, mungkin saya juga ikut mati," ujarnya.

Tarsum sendiri hanya bisa pasrah dengan menghadapi musibah yang menimpanya. Ia bahkan enggan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Alasannya karena takut harus mengeluarkan biaya lain.

"Mau lapor juga bagaimana, kita enggak ada duit. Takutnya harus ada duit. Mungkin, kita kan nggak tahu," ujar pria yang tak lagi memiliki mata pencarian selain menjaga kambing tersebut.

Misteri 24 Kambing Rawabuaya Hilang dan Tumpukan UsusSalah satu sudut kawasan kandang kambing yang disembelih misterius di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)


Walhasil, pihak Rukun Tetangga (RT) setempat lah yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Namun polisi tidak bisa menindak lebih dalam lagi, karena ketika sampai di TKP lokasi kandang tempat kambing-kambing itu disembelih sudah dibersihkan. Satu-satunya bukti jelas yang dimiliki polisi saat ini disebutkan hanya rekaman CCTV.

Kendati demikian polisi memperkirakan pelaku akan kembali beraksi.

Kejadian penyembelihan kambing secara misterius itu diperkirakan terjadi pukul 02.45 WIB. Hal tersebut ditemukan melalui rekaman video pengawas (CCTV) pada bengkel dekat lokasi kejadian yang diperoleh aparat Kepolisian Sektor Cengkareng.

"Pelakunya pakai kendaraan mobil Avanza warna biru telor asin. Tapi pelat nomor nggak kelihatan, karena itu jam tiga pagi gelap," ujar kepala Unit Reskrim Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Antonius melalui sambungan telepon.

Polisi menduga pelaku lebih dari empat orang. Perkiraan itu didasari, pelaku mengendarai mobil dan jumlah hewan yang dicuri banyak.

"Karena ini kan kalau sudah sekali melakukan, pasti cari lagi. Di Rawa Buaya, Cengkareng kan banyak yang ternak kambing," ujar Antonius.

[Gambas:Video CNN]
Aksi penyembelihan di tempat secara masif yang dilakukan pelaku diperkirakan Antonius sebagai pola agar memperkecil kemungkinan terpergok.

"Kalau mencuri kambing utuh, risikonya tinggi. Karena pasti berontak, ada suara. Kalau disembelih di tempat, bawanya mudah. Pola-pola seperti itu mungkin dilakukan pelaku untuk memperkecil risiko tertangkap atau ketahuan," kata Antonius.



(fey/kid)