Ingin Cegah Oligarki Golkar, Indra Bambang Utoyo Maju Caketum

CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 17:16 WIB
Politikus senior Golkar Indra Bambang Utoyo bertekad membawa partainya lebih baik dari lima tahun ke belakang yang mana mengalami penurunan perolehan suara. Ilustrasi musyawarah nasional Golkar (CNN Indonesia/Hafizd Mukti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus senior Partai Golkar Indra Bambang Utoyo memastikan diri akan maju sebagai calon ketua umum (caketum) periode 2019-2024 dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Dia mengaku tergerak menjadi kandidat ketum lantaran khawatir Golkar menjurus menjadi partai oligarki.

"Saya sangat khawatir dengan manajemen partai yang menjurus kepada oligarki," kata Indra lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).


Langkahnya maju sebagai caketum Golkar ini juga untuk mencegah pengalaman buruk yang melanda partai Beringin selama lima tahun terakhir. Dia tidak ingin terulang kembali di kemudian hari.

Indra lalu menilai bahwa persaingan yang hanya diisi dua caketum merupakan hal buruk bagi persatuan di tubuh Golkar.

Menurutnya, situasi seperti saat ini pernah terjadi pada 2013. Kala itu, terjadi ketegangan antara pendukung Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang akhirnya memecah Golkar menjadi dua bagian.

Masalah tersebut, lanjutnya, menjadi semakin panjang hingga Setya Novanto terpilih sebagai Ketua Umum Golkar pada 2016 dan Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Golkar pada 2017.
[Gambas:Video CNN]
Serangkaian masalah itu, kata Indra, membuat Golkar mengalami penurunan jumlah suara dan kursi di Pemilu 2019.

"Akibatnya konsolidasi Golkar terganggu dan setelah itu ada problem baru lagi Setya Novanto bermasalah disusul Sekjen (Idrus Marham). Terjadi Munas Luar Biasa memilih Airlangga Ketua Umum. Namun, secara umum di politik suara dan kursi Golkar di DPR RI rontok lagi," katanya.

Golkar bakal menggelar Musyawarah Nasional untuk memilih ketua umum periode 2019-2024 pada Desember mendatang. Selain itu, akan dirumuskan pula susunan pengurus DPP Golkar usai ketum baru terpilih.

Ada dua calon ketua umum yang menunjukkan persaingan sengit. Mereka adalah petahana Airlangga Hartarto yang juga Menko Perekonomian dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Keduanya saling mengklaim telah mendapat dukungan dari DPD tingkat I dan II.

Seiring berjalannya waktu, muncul nama-nama baru yang berencana maju sebagai calon ketua umum. Mereka adalah Agun Gunandjar Sudarsa, Ridwan Hisjam dan terakhir Indra Bambang Utoyo.
(mts/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK