"Ini kan menjadi satu upaya untuk membagi-bagi kekuasaan kepada timses dan mencari-cari posisi untuk orang-orang yang belum dapat posisi, jadi bukan mau bekerja untuk rakyat, untuk negara," kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli sendiri menilai rencana penambahan wakil menteri kontradiktif dengan pernyataan Jokowi yang ingin memangkas birokrasi.
"Kalau wakil menteri kecuali yang penting-penting, ya, oke lah. Tapi yang kalau semuanya mau dijadikan wakil menteri menurut saya bukan efisiensi, namanya pemborosan," kata dia.
Fadli memprediksi pengambilan keputusan di kementerian tak akan efektif bila ada penambahan wakil menteri.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, semakin banyak orang di pucuk pimpinan suatu institusi akan membuat laju birokrasi menjadi lamban. "Pemborosan itu pasti tidak efektif," tambah dia.
"Kalau mau memberikan ruang ya jangan di staf dong, tapi di decision maker," kata Fadli. (rzr/wis)