Anies Akui Jalur Sepeda Jakarta Belum Jadi Kelas Utama

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 02:41 WIB
Anies Akui Jalur Sepeda Jakarta Belum Jadi Kelas Utama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan jalur sepeda sep[anjang 500 Km di Jakarta pada 2030. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jalur sepeda belum jadi kelas utama. Namun, pihaknya tetap optimistis bisa membangun jalur sepeda di Jakarta seluas mungkin.

Hal itu dikatakannya dalam menanggapi keluhan publik mengenai jalur sepeda yang disebut memperkecil jalan utama.

"Jadi kalau kita lihat sekarang ini [jalur sepeda] di posisi kedua, belum kelas utama. Idealnya, jalur sepeda terpisah dari jalur lain, baru bisa bicara dedikasi pesepeda," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/11).


Dia mengatakan setidaknya ada tiga jenis tipe jalur sepeda. Yang paling mapan, kata Anies, ialah ketika pemerintah mampu menyediakan jalur khusus di luar jalur utama

"Satu yang disebut bike path, jalur sepeda khusus sampai 1,6 km dan itu terpisah, contoh paling muda di Kanal Banjir Timur," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]
"Yang kedua bike line, atau jalur sepeda, yang kita bangun sekarang, dan yang ketiga disebut bike rute. Kalau rute itu hanya ada di persimpangan marka dan rambu," lanjut dia.

Melalui kebijakan jalur sepeda ini, Anies ingin mengubah perilaku masyarakat Jakarta.

"Jadi, tujuan akhirnya itu kalau dia sudah menjadi kebiasaan maka, kita akan merasakan budaya berlalu lintas yang lebih baik dan sepeda. Karena itu, kita berkomitmen untuk membangun jalur ini seluas mungkin," ujar Anies.

Terakhir, Anies mengatakan DKI menargetkan pembangunan 500 kilometer jalur sepeda pada 2030. Untuk tahun depan, Anies optimistis bisa membangun jalur sepeda 200 kilometer.

Diketahui, Anies sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur nomor 128 tahun 2019. Pergub ini mencakup bahwa tersedianya jalur sepeda di Ibu Kota dan sanksi bagi para pelanggarnya yakni kurungan 2 bulan dan denda Rp500 ribu.


(CTR/arh)