Bentrok Warga di Buton, Satu Meninggal Puluhan Rumah Dibakar

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 15:46 WIB
Bentrok Warga di Buton, Satu Meninggal Puluhan Rumah Dibakar Sejumlah rumah habis terbakar akibat bentrokan dua kelompok warga di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. (Dok Polda Sultra)
Kendari, CNN Indonesia -- Warga dua desa di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara terlibat bentrokan yang menyebabkan puluhan rumah terbakar dan ratusan warga mengungsi, Rabu (27/11) sekitar pukul 21.30 WITA.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Harry Goldenhardt menjelaskan bentrokan ini berawal dari penganiayaan dua warga yakni, Hidayat Hamza (21) dari Desa Mataneo Kecamatan Sangia Wambulu dan LD Z (16) warga Kelurahan Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah.

Keduanya datang di sebuah acara musik di Dusun Potoa Desa Wadiabero Kecamatan Gu.


Saat acara berlangsung, keduanya dianiaya oleh warga lainnya. Akibatnya, Hidayat Hamza meninggal dunia usai kena tikam senjata tajam.


"Sedangkan korban lainnya adalah pelajar berinsial LD Z selamat dalam peristiwa penganiayaan itu," kata Harry, Kamis (28/11).

Akibat penganiayaan itu, sekira pukul 22.30 WITA, pemuda asal Kelurahan Tolandona datang menyerang ke Desa Wadiabero Kecamatan Gu.

Selain mencari terduga pelaku penikaman, pemuda asal Kelurahan Tolandona ini juga membakar rumah diduga pelaku.

"54 personel dari Polri dari Polres Baubau, Polsek Sangia Wambulu, Polsek Gu, Polsek Lakudo dibantu TNI dipimpin langsung Kabagops, mengamankan situasi," jelasnya.

Untuk meredam amuk massa, salah satu warga Wadiabero, Kecamatan Gu terduga pelaku penikaman bernama Imran (19) ditangkap polisi.


Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan pasal 351 ayat (3) KUHP penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Bentrok Warga di Buton, Satu Meninggal Puluhan Rumah DibakarIlustrasi warga Buton, Sulawesi Tenggara, terlibat bentrok. (ANTARA FOTO/Emil)
Berdasarkan catatan kepolisian, total ada 25 rumah terbakar dan sekitar 18 rumah rata dengan tanah. Selain itu, satu unit rumah toko (ruko) ikut dibakar, 12 unit motor terbakar berikut satu unit bengkel.

Selain itu, sebanyak 278 warga dari 61 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat peristiwa ini.

Sementara itu, Bupati Buton Tengah Samahuddin saat ditemui di Kendari mengatakan keributan itu karena kesalahpahaman. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

"Masyarakat di sana keluarga saya semua. Saya mohon agar bencana ini tidak terulang lagi," imbuhnya.

Ia pun akan langsung mengumpulkan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Buteng untuk membicarakan masalah ini.

"Kita akan kumpul bersama Kapolda di sana," ujarnya.

Terkait rumah yang terbakar, termasuk barang-barang lainnya, Pemkab Buteng akan turun membantu dan bertanggung jawab membangun kembali.

"Tentu pemerintah akan turun tangan karena ini musibah," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (pnd/pmg)