Anggaran Hotel TIM Dipotong DPRD, Jakpro Konsultasi ke Anies

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 08:02 WIB
Anggaran Hotel TIM Dipotong DPRD, Jakpro Konsultasi ke Anies Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat tengah dievitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggaran PT Jakarta Propertindo  (Jakpro) dalam merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di tahun 2020 disunat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. Anggota dewan menyatakan anggaran yang dipotong adalah untuk pembangunan hotel TIM.

Banggar memotong anggaran sekitar Rp400 miliar yang diperuntukkan pembangunan wisma yang memiliki kegunaan sama seperti hotel di kawasan pameran seni dan kebudayaan tersebut.

Kini, anggaran yang disisakan Banggar untuk revitalisasi TIM itu menjadi Rp200 miliar.


Sekretaris Perusahaan PT Jakpro, Hani Sumarno, mengatakan rencana pembangunan wisma tidak bisa serta merta bisa disimpulkan batal dilaksanakan. Oleh karena itu, Hani mengatakan pihaknya akan membicarakan terkait pemotongan anggaran pembangunan hotel tersebut dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tidak sampai kesimpulan itu [batal hotel]. Yang jelas kemarin aspirasi yang disampaikan dewan kami terima. Jakpro kan penugasan, semua langkah yang dilakukan kami harus atas persetujuan dari pihak yang menugaskan, dalam hal ini Pemprov," kata Hani saat dihubungi, Kamis (28/11).


Hani mengungkapkan setelah terjadi pemotongan pihaknya akan membicarakannya dengan pemangku kepentingan perusahaan terkait pembangunan hotel TIM. Setelahnya PT Jakpro akan membuat sejumlah rencana untuk menindaklanjuti kesepahaman antara Pemprov DKI dan anggota dewan tersebut.

"Kan perlu waktu. Kami sekarang baru terima kemarin sore. Kami perlu buat alternatif seperti apa. Nanti dilaporkan kepada pemegang saham," ujar Hani.

Kontrak Pihak Ketiga

Secara teknis, Hani mengakui Jakpro telah menandatangani kontrak dengan pihak ketiga mengenai pembangunan hotel tersebut.

Atas dasar itu, tak hanya dengan pemerintah, Jakpro akan berkomunikasi dengan pihak kontraktor terkait pemotongan anggaran tersebut.

"Kami bicara dulu dengan kontraktor. Ini multi pihak harus duduk bareng dulu kemudian ada hal apa yang perlu diputuskan dari diskusikan bersama, dan juga dilaporkan ke pemegang saham," ujar Hani.

Hani pun mendetailkan proses pembangunan yang sudah berjalan. Ia menjelaskan proses yang sudah dilalui adalah peletakan batu pertama (groundbreaking) serta persiapan konstruksi. Pihaknya juga sudah melaksanakan pembersihan lahan untuk pembangunan.

"Di lapangan sudah kami siapkan, perizinan keluar kami udah ready. Semua kontraktor juga sudah ready," ungkapnya.

Diketahui, secara blak-blakkan, DPRD DKI meminta agar PT Jakpro meniadakan pembangunan hotel di TIM. Walhasil, anggaran keseluruhan untuk PT Jakpro dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Sementara (Kuappas) dipangkas hingga Rp400 miliar dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,7 triliun.

Anggaran Hotel TIM Dipotong DPRD, Jakpro Konsultasi ke AniesPenandatangan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Sementara DKI 2020 senilai Rp87,9 triliun. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, dengan dipotongnya anggaran tersebut merupakan ketegasan Dewan yang tak setuju atas pembangunan hotel di kawasan TIM.

"Enggak ada hotel, kita enggak kasih, kita potong dia Rp400 miliar, cuma kita kasih di JakPro untuk masalah TIM Rp200 miliar tidak ada buat hotel, revitalisasi, ada revitalisasi yang baiklah, jangan sampai ada komersilnya karena kiri kanan kan udah banyak hotel ya," ujar Prasetio saat ditemui di DPRD DKI Jakarta Kamis (28/11).

Sebelumnya rencana pembangunan hotel di kawasan TIM mendapatkan penentangan dari kelompok seniman. Mereka tak ingin kawasan seni dan kebudayaan itu menjadi komersial lewat kehadiran hotel.

Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Darwoto revitalisasi TIM yang dikerjakan pihaknya dan masuk ke dalam kegiatan strategis daerah DKI.

Seperti dilansir Antara pada 25 November lalu, Dwi mengatakan BUMD tersebut ditunjuk Disbudpar DKI sebagai pihak yang bertanggung jawab merevitalisasi TIM hingga perawatannya pascarevitalisasi selama 28 tahun.

Oleh karena itu, Jakpro menghadirkan hotel berbintang lima yang nantinya dinamakan Wisma TIM. Dwi mengatakan hotel tersebut bakal menjadi fondasi bagi pemasukan tetap dalam mengembalikan modal APBD yang digunakan untuk revitalisasi.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, usai penandatanganan KUAPPAS, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap program strategis pemprov tak terganggu. KUAPPAS yang disepakati sendiri dipotong jadi Rp87,9 triliun dari yang semula diajukan Pemprov DKI sebesar Rp95 triliun.

Selain untuk pembangunan hotel TIM, anggaran lain yang dipotong adalah pinjaman daerah untuk menalangi kebijakan rumah DP 0 rupiah.

(ctr/kid)