Kapolda Jelaskan Penyebab Jokowi Terjebak Macet 30 Menit

CNN Indonesia | Sabtu, 30/11/2019 19:51 WIB
Kapolda Jelaskan Penyebab Jokowi Terjebak Macet 30 Menit Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sempat mengungkapkan dirinya terjebak macet selama 30 menit di wilayah Casablanca, Jakarta Selatan, sebelum menghadiri sebuah acara.

Terkait hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut kemacetan yang terjadi saat Jokowi melintas disebabkan ada sejumlah kegiatan di sekitar lokasi. Alhasil tingkat kemacetan di lokasi itu meningkat.

"Kemarin itu kan kebetulan ada beberapa kegiatan. Yang pertama, kegiatan Bapak Presiden sendiri, kemudian juga di lokasi yang sama ada disemayamkan jenazahnya Pak Ciputra sehingga memang kepadatan lalu lintas cukup tinggi," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Sabtu (30/11).


Namun, Gatot mengklaim saat itu pihaknya telah menempatkan personel untuk mengantisipasi kemacetan. Bahkan sejumlah ruas jalan telah dialihkan.

"Kami sudah menempatkan anggota kami semua pada semua titiknya, nah kami sudah antisipasi sehingga beberapa arus kami alihkan," ucap Gatot.

Sebelumnya, video rombongan Jokowi yang terjebak macet di daerah Casablanca, Jakarta Selatan, sempat ramai di media sosial.

Jokowi sendiri menyampaikan ihwal kemacetan yang dialaminya itu saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Hotel Raffles Kuningan.

"Tadi ke sini macet setengah jam berhenti betul, setengah jam berhenti, ya itulah kenapa ibu kota dipindah, dan karena alasan-alasan yang banyak lainnya," kata Jokowi.

Pemprov DKI telah menempuh sejumlah kebijakan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Terbaru, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan alasan kenaikan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk wilayah DKI Jakarta sebesar 2,5 persen adalah untuk mengurangi kemacetan.

Faisal menuturkan kenaikan pajak tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kendaraan ada di ibu kota, yang bisa berimbas kemacetan berkurang.

"Salah satunya mengurangi kemacetan di DKI Jakarta," kata Faisal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/11).

Alasan lain kenaikan pajak adalah menyeragamkan pajak kendaraan bermotor di wilayah Jawa dan Bali. Penyeragaman pajak disebut Faisal untuk mencegah kecemburuan antar pemilik kendaraan berkaitan dengan pajak kendaraan.

"Contohnya kita (di Jakarta) masih 10 persen, di Tangerang sudah 12,5 persen, orang-orang Tangerang beli mobilnya di Jakarta," tuturnya.

Kenaikan pajak tersebut mulai berlaku pada 10 Desember mendatang atau 30 hari setelah aturan tersebut diundangkan pada 11 November.
[Gambas:Video CNN]

(dis/ard)