Polisi Pastikan 10 Satpol PP Tersangka Pembobol Bank DKI

CNN Indonesia | Sabtu, 30/11/2019 15:37 WIB
Polisi Pastikan 10 Satpol PP Tersangka Pembobol Bank DKI Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menyebut 10 dari 13 tersangka merupakan anggota Satpol PP DKI Jakarta (Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan bahwa 10 dari 13 tersangka kasus pembobolan Bank DKI merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Iwan belum membeberkan identitas mereka.

"Dari 13 itu ada kurang lebih hampir 10 itu anggota Satpol PP," kata Iwan di Polda Metro Jaya, Sabtu (30/11).

Iwan menuturkan jumlah tersangka masih bisa bertambah. Terlebih, polisi juga telah memeriksa 41 orang yang diduga terlibat dalam kasus pembobolan itu.


"Tetapi ada kemungkinan juga akan lebih dari 13 karena dari 41 itu sudah jelas dananya di saldonya itu tidak berkurang," ujarnya.

Dari 13 orang tersangka itu, kata Iwan, sudah ada tiga tersangka yang dimintai keterangannya oleh penyidik. Ketiga tersangka mengaku bahwa awal mula aksi itu dilakukan secara tidak sengaja.

Mulanya, mereka menarik uang namun saldonya tidak berkurang. Setelahnya, tersangka mencoba menarik uang lagi dan saldo rekening masih tidak berkurang. Mereka melakukan itu berulang-ulang.

"Bahkan ada satu tersangka mencoba untuk membuat (kartu) ATM dari orang-orang lain, buka buku rekening kemudian ATM-nya diambil kemudian dan dia mengambil dari ATM-ATM itu," tutur Iwan.

[Gambas:Video CNN]
Kasus pembobolan ATM Bank DKI terkuak ketika manajemen melaporkan ke Polda Metro Jaya. Mulanya, diduga ada anggota Satpol PP Pemprov DKI yang mengambil uang Rp32 miliar secara bertahap namun saldo tak berkurang.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut pembobolan Bank DKI diduga dilakukan oleh 12 anggotanya. Pembobolan terjadi sepanjang Mei hingga Agustus dengan total nominal mencapai Rp32 miliar.

Polda Metro Jaya lantas menyelidiki kasus tersebut. Dalam proses penyelidikan, diketahui dugaan kerugian mencapai Rp50 miliar. Bukan lagi Rp32 miliar.

"Hasil audit yang ada dikatakan bahwa hampir sekitar Rp50 miliar," kata Yusri, Jumat (22/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan dalam kasus itu, para tersangka mengambil uang dengan jumlah yang berbeda. Salah satu tersangka berinisial IO yang merupakan oknum Satpol PP DKI diketahui mengambil uang sejumlah Rp18 miliar.

"Ada satu yang pertama inisial IO ini sampai (mengambil uang) Rp 18 miliar," ujarnya, Rabu (27/11).

(dis/bmw)