"Beliau menurut informasi dari keluarganya, ditelepon oleh sahabat atau kenalan beliau untuk dijemput di Kualanamu. Kemudian beliau berangkat sendiri," kata Suhadi dalam jumpa pers di gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Senin (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tidak jelas dalam CCTV di pengadilan, tidak ada gambar beliau, apakah beliau benar absen," ujarnya.
Suhadi mengatakan setelah sampai pukul 13.00 WIB belum juga ada kabar mengenai keberadaan Jamaluddin. Baru sekitar pukul 15.00 WIB, ia ditemukan telah tewas, di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Jasad Jamaluddin berada di dalam mobilnya sendiri, Toyota Prado Warna Hitam BK 77 HD.
"Kalau menurut informasi dari keluarga, beliau menyetir sendiri kendaraannya, dan ditemukan bahwa beliau meninggal ada dugaan dilakukan dengan cara pembunuhan," tuturnya.
"Siapa yang menelepon beliau itu, ini tidak, sampai sekarang belum jelas. Diharapkan kalau ada handphone yang bersangkutan dari almarhum itu bisa diungkapkan dari mana dia di telepon, melalui teknik tentang IT mungkin di kepolisian," ujarnya.
"Kami harapkan bisa menemukan siapa yang memiliki telepon tersebut, dan bisa mengungkap siapa dalang pembunuhan tersebut," kata Suhadi.
Mobil Jamaluddin ditemukan di jurang dengan posisi korban di bawah tempat duduk di belakang sopir. (Dok. Istimewa) |
"Dan tidak jauh, dugaan sementara orangnya tidak jauh," ungkap dia, Minggu (1/12).
Panggilan 'Bro'
Terpisah, rekan Jamaluddin di bagian Humas Pengadilan Negeri Medan, Erintuah Damanik, menyebut korban sebagai sosok yang ramah kepada siapapun.
"Saya bergaul dengan Pak Jamal itu sudah lama, pribadinya hangat, menyenangkan, ramah, sopan. Dia akhir 2015 sudah di sini," kata dia, di Medan, Senin (2/12).
Erintuah mengaku selama ini tidak pernah mendengar rekannya itu punya masalah, terutama di lingkungan pengadilan serta majelis hakim dalam bermusyawarah.
"Tidak ada masalah mereka di majelis dalam bermusyawarah, dan bahkan sudah berapa pimpinan di sini, belum pernah menghadap pimpinan karena majelis mereka bermasalah dalam bermusyawarah," ungkapnya.
Humas PN Medan Erintuah (kiri), Ketua PN Medan (tengah), dan Wakil Ketua PN Medan Abdul Aziz (kanan). (CNNIndonesia/Farida) |
"Tadi malam kebetulan salah satu staf asisten beliau, ada menghubungi saya, dia dipanggil polisi untuk ditanya-tanya seputar keseharian Pak Jamal. Yang bersangkutan sudah dipanggil secara resmi oleh polisi. Tadi secara informal kita ada bicara dengan polisi soal keseharian pak jamal di Pengadilan," bebernya.
Diketahui, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado Warna Hitam BK 77 HD. Mobil itu ditemukan berada di jurang tepatnya di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11).
(fra/fnr/arh)
Mobil Jamaluddin ditemukan di jurang dengan posisi korban di bawah tempat duduk di belakang sopir. (
Humas PN Medan Erintuah (kiri), Ketua PN Medan (tengah), dan Wakil Ketua PN Medan Abdul Aziz (kanan). (