Cerita Megawati Rangkul Prabowo Saat Berstatus Stateless

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 17:43 WIB
Cerita Megawati Rangkul Prabowo Saat Berstatus Stateless Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan persahabatan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Megawati menyebut persahabatannya dengan Prabowo merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila meski sempat berseberangan secara politik pada Pilpres 2014.

"Kenapa Pak Prabowo, sampai orang kayaknya bingung, kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa? Karena apa? Kalau buat saya itu Pancasila saya," kata Megawati saat memberikan sambutan dalam 'Presedential Lecture' Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).
Prabowo yang hadir dalam acara ini pun merespons dengan menganggukan kepala.


Ketua umum PDI Perjuangan itu menyatakan jika Prabowo musuh, maka diriya tak menyuruhnya pulang ke Indonesia.

Megawati lantas mengungkit langkah dirinya merangkul Prabowo yang berstatus stateless atau tanpa kewarganegaraan ketika itu.
[Gambas:Video CNN]
Ia yang menjabat sebagai Presiden ke-5 RI saat itu mengaku marah dengan status Prabowo yang tanpa kewarganegaraan. Megawati geram terhadap Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI saat itu.

"Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada Panglima. Apapun juga, beliau manusia Indonesia, pulang, beri dia itu tanggung jawab," ujarnya.

Dalam sambutannya, Megawati juga melempar canda ke Prabowo. Ia meminta oleh-oleh ke Prabowo yang baru saja melakukan kunjungan kerja ke Turki. Meskipun Prabowo tak bilang, Megawati mengaku tahu ketua umum Gerindra itu ke luar negeri.

"Pak Prabowo baru pergi, mas mana oleh-olehnya? Pergi karena enggak ngomong-ngomong sama saya, tapi saya tahu dia pergi," tuturnya.
(fra/ugo)