Jubir Menhan soal Pidato Komunis: Prabowo Tidak Tahu

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 09:14 WIB
Jubir Menhan soal Pidato Komunis: Prabowo Tidak Tahu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (AP Photo/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sama sekali tak mengetahui isi pidato yang dibacakan Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Tri Legionosuko.

Tri sebelumnya memang sempat membacakan pidato Prabowo yang berhalangan hadir di acara bedah buku bertajuk 'PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/65' di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Sabtu (23/11).

"Pak Prabowo tidak tahu menahu terkait dengan isi pidato tersebut. Menteri Pertahanan tidak dikonfirmasi terkait isi pidato tersebut," kata Dahnil melalui pesan singkat, Senin (25/11).


Berlawanan dengan isi pidato yang disampaikan, menurut Dahnil, Prabowo justru mendorong agar sekolah-sekolah terus mengajarkan ideologi Pancasila secara intensif.
Bahkan, kata Dahnil, pria yang juga Ketum Gerindra itu meminta agar sebisa mungkin dendam sejarah direduksi agar para penerus bangsa Indonesia yang masih duduk di bangku sekolah bisa bergerak maju.

"Ideologi apapun yang mengancam Pancasila harus dilawan. Dan semaksimal mungkin untuk mereduksir dendam sejarah, kita harus bergerak maju memikirkan kemajuan bersama," kata Dahnil.

Diberitakan sebelumnya dalam pidato yang dibacakan Tri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta para guru rajin menceritakan sejarah pemberontakan dan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada siswa-siswi di sekolah. Sebab, ia menduga aliran komunisme masih ada dan menjadi hal yang perlu diwaspadai, walaupun negara sumber aliran itu sudah runtuh.

Tri membacakan pidato Prabowo yang berhalangan hadir di acara bedah buku bertajuk PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/65 di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Sabtu (23/11).

"Saya harap guru sejarah di sekolah-sekolah menyampaikan sejarah pemberontakan dan kekejaman PKI yang benar kepada para siswa-siswi," ujar Tri membacakan pidato tersebut.

Dalam pidato tersebut disebutkan para guru perlu melakukan itu agar siswa-siswi mengerti mengenai sepak terjang PKI dan dampak dari gerakan itu di Indonesia.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco pun mengabarkan bahwa pihaknya pun bergerak untuk mengklarifikasi isi pidato tersebut.

"Saya klarifikasi seabgai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra bahwa pada saat acara ini Prabowo sebagai Menhan tak hadir, tetapi yang membacakan pidato adalah Rektor Universitas Pertahanan yang mengatasnamakan Prabowo sebagai menhan," ujar Sufmi lewat keterangannya kepada wartawan.

Sufmi mengatakan setelah mereka cek, tak ada konfirmasi atau juga persetujuan maupun kewenangan yang mengatasnamakan Prabowo sebagai menhan yang dibacakan rektor tersebut.

"Oleh karena itu isi pidato ini kami anggap [pandangan] pribadi daripada rektor universitas pertahanan," pungkas Sufmi.

(tst/kid)