Kritik Formula E, PSI Sindir Anies Soal Balapan ke Jamban

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 04:10 WIB
Kritik Formula E, PSI Sindir Anies Soal Balapan ke Jamban Gedung DPRD DKI. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal program balap mobil Formula E 2020 sambil membandingkannya dengan penyediaan jamban di rumah warga.

"Apakah Pak Gubernur tahu bahwa ada warga Jakarta yang boro-boro berharap bisa menonton festival balapan mobil, untuk buang air besar saja mereka harus balapan karena jamban masih jadi rebutan?" kata Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Probowo saat membacakan pandangan umum fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (4/12)

Dia beranggapan kegiatan ini hanya bisa dinikmati oleh kaum menegah ke atas. Sementara, warga kecil di Jakarta masih berkutat dengan pelayanan air bersih yang begitu mahal.


"Bisa mandi dengan air bersih saja sudah sangat bersyukur. Namun pajak yang mereka bayarkan dengan keringat dan air mata justru dinikmati oleh masyarakat kalangan menengah ke atas, sekadar untuk memuaskan keinginan menonton balapan mobil listrik," ujar dia.

Anthony juga mengkritik anggaran Formula E yang tidak tercantum dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Malah, kata Anthony, biaya Formula E jauh lebih besar dari anggaran Penyertaan Modal Daerah LRT yang merupakan Program Startegis Nasional.

[Gambas:Video CNN]
Terakhir, PSI mengkritik Formula E yang akan mengalami kerugian finansial sebesar Rp296 miliar pada tahun pertama berdasarkan perhitungan PT Jakpro. Kemudian, total kerugian finansial selama 5 tahun diperkirakan Rp696 miliar.

"Tidak ada juga riset dan bukti empiris yang bisa dipertanggungjawabkan yang membuktikan korelasi even Formula E dengan meningkatnya penggunaan mobil listrik," tutup dia.

Diketahui, Anggaran Formula E diperkirakan tembus hingga Rp1,2 triliun. Anggaran ini berisikan pembayaran commitment fee, pembangunan infrastruktur hingga pembuatan pra event internasional.

Sejumlah rumah di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, diberitakan tak memiliki septic tank. Warga pun membuang limbah rumah tangganya ke kali dekat pemukiman.

(CTR/arh)