Dana Kunker DPRD DKI Naik Jadi Rp93 M, Uang Harian Rp4 Juta

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 20:19 WIB
Dana Kunker DPRD DKI Naik Jadi Rp93 M, Uang Harian Rp4 Juta Ilustrasi protes terhadap APBD DKI. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggaran kunjungan kerja (kunker) DPRD DKI Jakarta naik drastis dari Rp 60,8 miliar pada 2019 menjadi Rp93,4 miliar pada 2020.

Hal ini tercantum dalam laman Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta di apbd.jakarta.go.id.

Tertulis bahwa anggaran itu masuk pos anggaran Sekretariat DPRD DKI. Adapun kegiatan yang tertulis ialah "Kunjungan Kerja Komisi-komisi DPRD Provinsi DKI Jakarta" senilai Rp93.404.606.500.


Dikutip dari laman tersebut, pos anggaran yang paling banyak memakan dana ialah "Biaya Tiket Pesawat Perjalanan Dinas Luar Daerah" untuk pulang pergi. Perhitungannya untuk 684 Orang dengan per paket senilai Rp40.041.000, atau total Rp27.388.044000 (Rp27 miliar).

Pos pengeluaran terbesar kedua adalah "Uang Harian Perjalanan Dinas" untuk 6.450 orang. Per harinya sebesar Rp4.000.000, atau total Rp25.800.000.000 (Rp25,8 miliar).

[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, ada pos pengeluaran "Biaya Hotel Perjalanan Dinas Dalam Daerah" per orang dengan hitungan 11.331 orang. Adapun satu kamar hotel yang ditetapkan ialah sebesar Rp1.050.000 dengan total anggaran Rp11.897.550.000 (Rp11,8 miliar).

Menanggapi hal ini, Sekretaris DPRD DKI Jakarta M Yuliadi menjelaskan bahwa kunker dewan memang terdiri dari sejumlah kategori. Tahun 2019, kunjungan kerja dilakukan setidaknya per badan atau panitia di alat kelengkapan dewan (AKD).

"Untuk sementara 2019 kan terakhir sebulan [kunker] empat kali. Macam-macam kunkernya; ada kunker Komisi sekali, Badan sekali, terus gabungan Fraksi sekali terakhir Pansus," kata Yuliadi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/12).

Yuliadi mengatakan untuk tahun 2020 belum ditentukan tujuan kunker. Kunker selanjutnya akan dirapatkan terlebih dahulu di Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta dalam sebuah rapat.

Ia mengatakan tidak ada perubahan signifikan soal kunker di 2020. Hanya saja, Yuliadi mengaku peningkatan terjadi karena ada prediksi kenaikan harga saat penganggaran.

"Saya kira komponennya yang naik, kaya akomodasi dan tiket itu setiap tahun [naik]. Karena kita kan prediksinya ke depan bakal naik jadi kita antisipasi agar anggaran tidak kekurangan," tegas dia.

Diketahui, RAPBD DKI Jakarta yang disepakati oleh DPRD DKI dan Pemerintah Provinsi DKI untuk tahun 2020 ialah sebesar Rp87,9 triliun. Angka ini turun setelah mendapatkan efisensi dari draf anggaran tahun 2019 yang sempat diajukan sebesar Rp95 triliun.

(CTR/arh)