Naliana mengaku mendapat perlakuan itu secara langsung saat polisi melakukan penangkapan di asrama Papua di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
"Di gerbang ada polwan bilang 'kalian itu orang hutan, dari sononya tidak tahu pakai baju. Naik saja pelan-pelan'," kata Naliana saat menjadi saksi fakta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/12).
Ia menceritakan, semula dirinya berada di toko serba ada dekat asrama itu bersama dengan Arina Lokbere yang kini tersangka dan juga Norince Kogoya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naliana pun mengaku tidak mengetahui alasan penangkapan itu. Saat tiba di asrama, polisi berusaha untuk membawa Naliana ke Polda Metro Jaya menggunakan sebuah mobil.
[Gambas:Video CNN]
"Saya mau ganti baju, tapi disuruh naik saja," ungkap dirinya.
"Jadi pas saya ditarik keluar, saya lagi berontak," tambahnya.
Seperti diketahui, Dalam perkara ini, dugaan makar menyusul setelah terjadi pengibaran bendera bintang kejora di seberang Istana Kepresidenan, Jakarta, 28 Agustus.
Kemudian kepolisian melakukan penangkapan beruntun terhadap enam orang pada 30 dan 31 Agustus. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.
(mjo/eks)