Sidang Dugaaan Makar, Saksi Sebut Dikatai Orang Hutan

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 03:30 WIB
Sidang Dugaaan Makar, Saksi Sebut Dikatai Orang Hutan Dalam sidang praperadilan kasus dugaan makar mahasiswa Papua, saksi menyebut telah dikatai orang hutan oleh polisi. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang aktivis Papua menyebut bahwa pihak kepolisian melakukan tindak kekerasan dan ujaran rasial saat melakukan penangkapan. Hal itu diungkapkan Naliana Gwijangge dalam sidang gugatan praperadilan terkait kasus dugaan makar yang menjerat enam mahasiswa dan aktivis Papua.

Naliana mengaku mendapat perlakuan itu secara langsung saat polisi melakukan penangkapan di asrama Papua di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Di gerbang ada polwan bilang 'kalian itu orang hutan, dari sononya tidak tahu pakai baju. Naik saja pelan-pelan'," kata Naliana saat menjadi saksi fakta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Ia menceritakan, semula dirinya berada di toko serba ada dekat asrama itu bersama dengan Arina Lokbere yang kini tersangka dan juga Norince Kogoya.


Kata Naliana, mereka akan ditangkap di depan toserba. Karena ketakutan, Naliana memutuskan untuk lari menuju asrama, sedangkan dua kolega lainnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Naliana pun mengaku tidak mengetahui alasan penangkapan itu. Saat tiba di asrama, polisi berusaha untuk membawa Naliana ke Polda Metro Jaya menggunakan sebuah mobil.

Dirinya yang mengenakan singlet itu meminta agar dapat mengganti pakaian terlebih dahulu. Namun, Naliana mengaku tidak sempat melakukan hal tersebut lantaran polisi telah menyeretnya masuk ke dalam mobil.

[Gambas:Video CNN]


"Saya mau ganti baju, tapi disuruh naik saja," ungkap dirinya.

"Jadi pas saya ditarik keluar, saya lagi berontak," tambahnya.

Seperti diketahui, Dalam perkara ini, dugaan makar menyusul setelah terjadi pengibaran bendera bintang kejora di seberang Istana Kepresidenan, Jakarta, 28 Agustus.

Kemudian kepolisian melakukan penangkapan beruntun terhadap enam orang pada 30 dan 31 Agustus. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

(mjo/eks)