"Keempat pasien yakni YS (6), RS (3), MS (2), dan juga HS (5). Keempatnya terdiri kakak dan adik," kata Dokter Penanggungjawab Pasien Anak di RSUP H Adam Malik Medan, Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Jumat (6/12/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tiga pasien lainnya, ia menyebut mereka masuk ke RSUP Haji Adam Malik pada Selasa (3/12). Pasien YS masuk terlebih dahulu pada pukul 04.43 WIB dengan kondisi leher bengkak, sel membrannya sudah tertutup, nyeri menelan, dan demam.
Lalu pasien RS masuk pada pukul 13.06 WIB, dengan kondisi demam, nyeri menelan dan bercak putih pada tenggorokan. Adiknya, MS, masuk pada pukul 15.28 WIB.
"Itu tidak kita diagnosis sebagai difteri, karena tidak ada klinis ke arah difteri. Tapi kita observasi karena dia berkontak dengan anggota keluarganya yang difteri," jelasnya.
Dia menambahkan untuk kondisi ketiga pasien semakin membaik. Hasil pemeriksaan tenggorokan baru dapat diketahui dalam tujuh sampai 14 hari ke depan.
Menurutnya, RSUP H Adam Malik Medan juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Sumut. Stok obat juga masih cukup. Obat untuk pasien difteri ada dua antara lain antibiotik dan anti difteri serum.
Menurutnya difteri merupakan penyakit langka yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Difteri sendiri disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini diketahui sangat menular. Gejalanya seperti flu dan batuk biasa. Kemudian demam tapi dengan panas yang tidak tinggi serta nyeri menelan hingga leher membengkak. Penularannya melalui batuk atau bersin.
(arh)