Empat Pasien Dirawat Terkait Difteri di Medan, 1 Meninggal

fnr, CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 02:55 WIB
RSUP Haji Adam Malik Medan merawat empat orang, yang merupakan satu keluarga, pasien klinis difteri, dan satu di antaranya meninggal dunia. Dokter Penanggungjawab Pasien Anak di RSUP H Adam Malik Medan, Ayodhia Pitaloka Pasaribu, menyebut empat orang dirawat terkait difteri. (Dok. Farida)
Medan, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan merawat empat orang pasien klinis difteri. Satu di antaranya meninggal dunia. Keempatnya merupakan satu keluarga yang berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

"Keempat pasien yakni YS (6), RS (3), MS (2), dan juga HS (5). Keempatnya terdiri kakak dan adik," kata Dokter Penanggungjawab Pasien Anak di RSUP H Adam Malik Medan, Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Jumat (6/12/2019).

Pasien yang pertama kali masuk adalah HS pada Senin (2/12) pukul 20.22 WIB. Saat masuk, pasien sudah memperlihatkan gejala penurunan kesadaran, mendengkur, nafas berat, ada bercak berwarna hitam keabuan yang mudah berdarah pada tenggorokan, serta leher membengkak.


"Setelah dua hari dirawat, pasien HS meninggal dunia pada 4 Desember pukul 04.00 WIB. Pada saat masuk, tekanan darahnya juga sudah rendah, nadi juga sudah halus," jelasnya.

Untuk tiga pasien lainnya, ia menyebut mereka masuk ke RSUP Haji Adam Malik pada Selasa (3/12). Pasien YS masuk terlebih dahulu pada pukul 04.43 WIB dengan kondisi leher bengkak, sel membrannya sudah tertutup, nyeri menelan, dan demam.

[Gambas:Video CNN]
Lalu pasien RS masuk pada pukul 13.06 WIB, dengan kondisi demam, nyeri menelan dan bercak putih pada tenggorokan. Adiknya, MS, masuk pada pukul 15.28 WIB.

"Itu tidak kita diagnosis sebagai difteri, karena tidak ada klinis ke arah difteri. Tapi kita observasi karena dia berkontak dengan anggota keluarganya yang difteri," jelasnya.

Dia menambahkan untuk kondisi ketiga pasien semakin membaik. Hasil pemeriksaan tenggorokan baru dapat diketahui dalam tujuh sampai 14 hari ke depan.

"Saat ini kondisi pasien sudah bagus, sudah mengalami perbaikan jauh dari pertama sekali datang. Responnya bagus, hari ini sudah bersih semua, sudah tidak ada lagi membrannya," urainya.

Menurutnya, RSUP H Adam Malik Medan juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Sumut. Stok obat juga masih cukup. Obat untuk pasien difteri ada dua antara lain antibiotik dan anti difteri serum.

Menurutnya difteri merupakan penyakit langka yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Difteri sendiri disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini diketahui sangat menular. Gejalanya seperti flu dan batuk biasa. Kemudian demam tapi dengan panas yang tidak tinggi serta nyeri menelan hingga leher membengkak. Penularannya melalui batuk atau bersin.

(arh)