Ketua Projo Ingin Jadi Wamenhan Ketimbang Wamendes

CNN Indonesia | Minggu, 08/12/2019 00:27 WIB
Ketua Projo Ingin Jadi Wamenhan Ketimbang Wamendes Ketua Projo Budi Arie Setiadi mengatakan sebetulnya mengincar kursi wakil menteri pertahanan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum organisasi kemasyarakatan pendukung Joko Widodo (Jokowi), Projo, Budi Arie Setiadi menyinggung soal jabatan wakil menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal yang diembannya saat ini. Budi mengaku sebetulnya tak ingin jabatan tersebut.

Menurutnya, ia lebih tertarik menjadi wakil menteri pertahanan yang kini dipimpin mantan rival Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019, Prabowo Subianto.

"Kebetulan saya ditugaskan menjadi wamendes, terimakasih Pak Jokowi. Tapi saya katakan ke Pak Presiden, saya sebetulnya mau jadi wamenhan," kata Budi dihadapan Jokowi dalam pidato pembuka kongres Projo II di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).


Ucapan Budi pun langsung menuai gelak tawa dari para peserta kongres Projo yang hadir. Budi kembali melanjutkan pidatonya.

Ia mengaku tak diberi izin menjadi wakil menteri pertahanan dengan alasan takut jatuh cinta.

"Tapi saya tidak dikasih karena takut saya jatuh cinta," kata Budi yang kembali disambut tawa peserta.

Namun, Budi tak menjelaskan maksud jatuh cinta yang disebutkannya tersebut. Terlepas dari itu, Budi menuturkan kongres kedua Projo ini merupakan momentum konsolidasi pasca-Pilpres 2019..

Tapi ia mengatakan kongres dibentuk untuk memberi dukungan penuh dari anggota Projo kepada kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

[Gambas:Video CNN]
"Kami ikut dukung visi Indonesia maju pada pemerintahan 2019-2024. Nah untuk maju perlu apa, ya perlu keberanian. Mana ada mau maju takut dan ragu-ragu. Kalau mau maju ya berani," ucap dia.

Ia menambahkan selama Jokowi masih jadi pemimpin, Projo bakal selalu berada di belakang memberi dukungan.

"Kami dukung penuh Jokowi untuk hanya dua priode. Walau dalam hati kecil jangankan dua tiga priode, lima juga mau. Tapi saya yakin Pak Jokowi tidak serakah orangnya," ucap Budi.

Kongres kedua Projo berlangsung dua hari yaitu Sabtu-Minggu (7-8/12). Pembukaan kongres dilakukan hari ini dihadiri dan dibuka langsung Jokowi.

Selain membahas strategi Projo mengawal kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, kongres juga menjadi agenda pemilihan struktur baru Projo 2019-2024.

(ryh/agt)