Hari Antikorupsi Sedunia, Jokowi Nasihati Siswa SMKN 57

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 10:34 WIB
Hari Antikorupsi Sedunia, Jokowi Nasihati Siswa SMKN 57 Presiden Jokowi mengingatkan para siswa agar tak korupsi sejak dini. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menghancurkan kehidupan negara. Termasuk, memanfaatkan jabatan orang tua demi keuntungan anaknya.

Hal ini dikatakannya dalam sambutan pentas 'Prestasi Tanpa Korupsi', di SMKN 57, Jakarta, Senin (9/12), menyambut Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

"Karena korupsi lah yang banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita," kata Jokowi.


Mantan gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan lewat pesan yang tersirat dalam pentas drama 'Prestasi Tanpa Korupsi'. Pentas yang menampilkan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju itu bercerita soal seorang siswa yang ingin menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi.

"Jadi contoh yang bisa kita ambil dari drama tadi adalah. Satu, kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Benar?" ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Jokowi menyebut drama tadi juga bicara soal praktik nepotisme. Misalnya, orang tua memanfaatkan posisinya sebagai pejabat agar anaknya masuk perguruan tinggi tak melalui aturan.

"Mengenai nepotisme, mau masuk ke perguruan tinggi, mentang-mentang bapaknya pejabat, enggak pakai aturan main, langsung. Itu juga tidak boleh," ucap dia.

"Yang namanya, KKN korupsi, kolusi, nepotisme tidak boleh," cetus dia.

Jokowi, yang juga eks wali kota Solo itu, menyebut korupsi tak hanya soal uang. Contohnya dalam hal waktu.

"Kalau tak diperhatikan nanti akan membesar, dan betul-betul jadi sebuah korupsi besar," katanya.

Kepala negara lantas meminta para guru juga untuk menanamkan jiwa antikorupsi kepada siswa sejak dini. Jokowi mengajak para siswa untuk hidup disiplin, tepat waktu, percaya diri, optimis, berpikir produktif, dan berpikir kolaboratif. (fra/arh)