Polisi Sebut Poster DPO Pelaku Persekusi Banser Hoaks

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 14:13 WIB
Polisi Sebut Poster DPO Pelaku Persekusi Banser Hoaks Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beredar selebaran tentang daftar pencarian orang (DPO) polisi yang diduga melakukan persekusi terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa (10/12) kemarin.

Namun, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan selebaran DPO yang viral tersebut hoaks.

"Polda Metro Jaya atau Polres Jakarta Selatan belum pernah mengeluarkan (poster) DPO karena ini masih disidik ya. Itu hoaks," kata Yusri, Rabu (11/12).


Dalam selebaran yang viral di media sosial itu berisi informasi daftar pencarian orang kasus persekusi Banser NU. Ada pula logo Polda Metro Jaya dan nomor telepon Humas Polda Metro Jaya dalam selebaran tersebut.

'Mr X Pelaku Persekusi Banser NU di Pondok Pinang Jaksel. Kejadian 10 Des 2019 Jam 15.00 WIB,' demikian tertera dalam selebaran itu.

[Gambas:Video CNN]
Yusri menegaskan, terkait kasus dugaan persekusi terhadap anggota Banser yang diduga terjadi di kawasan Pondok Pinang di Jakarta Selatan itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Saat ini, lanjutnya, kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi untuk mengetahui peristiwa dugaan persekusi itu.

"Belum ada penetapan tersangka, masih penyidikan. Masih didalami di (Polres) Selatan ya, masih mencari alat bukti dan saksi-saksi," tutur Yusri.

Sebelumnya, video viral di media sosial menayangkan seorang pria mencegat lalu memaksa dua anggota Banser mengucap takbir. Video itu juga diunggah akun Twitter resmi @nahdlatululama pada Selasa (10/12).


Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyebut pria yang menghina anggota Badan Anshor Serbaguna (Banser) sebagai umat dajal karena menyerukan takbir tapi sambil mencaci-maki. Kasus itu pun sudah dilaporkan ke polisi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut mengatakan pria yang mencegat dan menghina anggota Banser tidak memahami ajaran agama.

"Orang yang nyegat itu sudah enggak paham, nyuruh takbir sambil teriak-teriak anjing pula. Mungkin dia umatnya Firaun atau dajal," kata Yaqut lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (11/12).

Lebih lanjut, Yaqut menuturkan pihaknya sudah melaporkan pria dalam video tersebut ke Polres Jaksel.

(dis/kid)